kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Buka Peluang Ekspansi, Komodo Water Bangun Inovasi Energi Biru Terbarukan


Kamis, 22 Oktober 2026 / 18:08 WIB
Buka Peluang Ekspansi, Komodo Water Bangun Inovasi Energi Biru Terbarukan
ILUSTRASI. Inovasi Energi Biru Terbarukan Komodo Water (Dok/Komodo Water)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komodo Water, sebuah perusahaan sosial asal Indonesia yang memanfaatkan energi surya untuk memproduksi air minum dan es balok, baru-baru ini meraih penghargaan dalam ajang UNIDO-WTCA Blue Economy Global Call 2026 untuk kategori Blue Renewable Energy atau Energi Biru Terbarukan. Penghargaan ini membuka peluang bagi Komodo Water untuk mengembangkan bisnisnya lebih lanjut melalui dukungan teknis dan akses ke jaringan bisnis internasional.

Inisiatif ini diselenggarakan oleh UNIDO ITPO Italy,  Kantor Promosi Investasi dan Teknologi Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) di Italia, bekerja sama dengan World Trade Centers Association (WTCA). Melalui platform pengembangan bisnis WTCA, para pemenang dapat mengakses berbagai program bisnis dan menjangkau pasar baru melalui jaringan global.

Baca Juga: Investasi EBT Berpotensi Tembus Rp 2.967 Triliun, Ini Target Pemerintah

Komodo Water menjadi salah satu dari enam pemenang yang terpilih dari program yang menerima 300 pendaftaran  dari 85 negara. Penghargaan tersebut diserahkan pada 30 September 2026 dalam acara penganugerahan dan pameran solusi inovatif yang diselenggarakan sebagai bagian dari Euro-Mediterranean Water Forum di Roma, Italia.

Pendekatan Komodo Water menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur, termasuk keterbatasan akses terhadap air bersih dan es untuk menjaga hasil tangkapan ikan tetap segar. Bagi para nelayan, ketersediaan es yang dapat diandalkan sangat penting untuk mempertahankan kesegaran ikan sebelum dipasarkan.

Di Bari, Kabupaten Manggarai Barat, Komodo Water mengoperasikan fasilitas yang dilengkapi 58 panel surya untuk mendukung pengolahan air laut dan air payau menjadi air minum, sekaligus memproduksi es balok. Peralatan pembuatan es yang digunakan memiliki kapasitas produksi satu ton setiap 24 jam. Produksi secara lokal membantu mengurangi biaya transportasi dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar desa.

“Air minum dan es merupakan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat pesisir. Ketika akses terhadap keduanya terbatas, rumah tangga maupun usaha perikanan ikut terdampak. Kami mengembangkan solusi yang dapat dioperasikan bersama oleh masyarakat dengan memanfaatkan energi surya,” ujar Shana Fatina, Pendiri sekaligus CEO Komodo Water dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Anggota masyarakat setempat turut berpartisipasi dalam operasional  dan penyaluran produk  Komodo Water. Perusahaan ini juga membuka peluang memperoleh penghasilan  bagi perempuan setempat melalui kegiatan penjualan kembali air minum dan es balok.

Melalui Global Call, para pemenang akan mengikuti program akselerasi di bawah naungan UNIDO-WTCA. Dukungan yang diberikan mencakup pendampingan, pengembangan jaringan, serta akses untuk menjalin hubungan dengan calon mitra bisnis. UNIDO berkontribusi melalui kerja sama teknis dan peluang pelaksanaan proyek percontohan di negara-negara mitra. Sementara itu, jaringan global WTCA membantu memperluas akses pasar, mempertemukan para pemenang dengan calon klien, serta meningkatkan visibilitas mereka di tingkat internasional.

“Solusi yang telah terbukti berjalan di masyarakat membutuhkan mitra dan akses pasar agar dapat berkembang. Peran WTCA adalah membantu membangun koneksi tersebut melalui jaringan bisnis internasional kami, yang mencakup lebih dari 300 entitas bisnis World Trade Center (WTC) di hampir 100 negara dan wilayah. Melalui kolaborasi dengan UNIDO, kami memadukan dukungan teknis dengan kebutuhan pengembangan bisnis para inovator,” ujar Cristina Sbaizero, CEO WTC Trieste, Anggota Dewan WTCA, sekaligus penghubung WTCA-UNIDO.

Fatina menyampaikan bahwa kesempatan ini dapat membantu Komodo Water menjajaki penerapan solusinya di masyarakat  lain di berbagai belahan dunia yang menghadapi tantangan serupa.

“Melalui program UNIDO–WTCA, kami berharap dapat terhubung dengan mitra di seluruh dunia yang memahami kebutuhan masyarakat pesisir dan komunitas pulau-pulau kecil. Kemitraan ini diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis tetap selaras dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang kami layani,” ujarnya.

UNIDO-WTCA Blue Economy Global Call 2026 bertujuan mengidentifikasi solusi yang siap diterapkan dan dikembangkan dalam skala lebih luas, dengan perhatian khusus pada negara berkembang dan negara-negara berkembang kepulauan kecil (Small Island Developing States/SIDS). Program ini mencakup enam kategori, yaitu energi terbarukan, sistem pangan perairan berkelanjutan, transportasi maritim dan pelabuhan cerdas, pariwisata pesisir, restorasi ekosistem perairan, serta teknologi biru dan bioteknologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×