kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.781   86,26   1,51%
  • KOMPAS100 751   15,47   2,10%
  • LQ45 569   12,62   2,27%
  • ISSI 200   1,61   0,81%
  • IDX30 322   6,89   2,18%
  • IDXHIDIV20 397   7,80   2,01%
  • IDX80 85   1,73   2,08%
  • IDXV30 108   1,52   1,44%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

WIKA garap bendungan di proyek PLTA Upper Cisokan


Rabu, 14 Oktober 2015 / 14:17 WIB
WIKA garap bendungan di proyek PLTA Upper Cisokan


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk akan menjadi salah satu dari kontraktor dalam pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage Power Plant Project.

PLTA yang memiliki kapasitas terpasang 1.040 MW ini menggunakan sistem Pumped Storage pertama di Indonesia. Proyek akan dikerjakan secara joint venture yang terdiri dari tiga kontraktor, yaitu DAELIM Industrial Co. (Korea Selatan), ASTALDI (Italia) dan PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA (Indonesia).

WIKA sendiri kebagian mengerjakan pembangunan bendungan. Sekretaris Perusahaan WIKA, Suradi bilang pembangunan bendungan PLTA Upper Cisokan akan terbagi dalam dua paket.

Untuk paket 1 LOT 1A yang terdiri dari upper & lower dams akan dikerjakan selama 1.350 hari atau 3 tahun 9 bulan setelah dilakukannya peletakan batu pertama yang rencananya akan dilakukan pada Desember 2015 ini.

Proyek bendungan LOT 1A ini bernilai setara dengan Rp 1.459,9 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan upper dam yang nantinya akan memiliki luas daerah genangan 80 haktare (ha) dengan catchment area di atasnya 10,5 km2 dan total volume tampungan 14 juta meter kubik (m3).

Sementara untuk lower dam memiliki luas daerah genangan 260 Ha dengan catchment area di atasnya 355 km2 dan total volume tampungan 63 juta m3.

Untuk paket kedua yaitu paket 1 Lot 1B yang terdiri dari pembangunan waterways, powerhouse, switchyard, dan building works akan dikerjakan selama 1.500 hari atau 4 tahun 2 bulan.

"Proyek kedua ini bernilai setara dengan Rp 1.956,9 miliar,"ujar Suradi pada KONTAN Selasa (13/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×