kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Industri Pengolahan Susu Soroti Tantangan Hilirisasi Peternakan Sapi Perah


Minggu, 17 Mei 2026 / 18:42 WIB
Diperbarui Selasa, 26 Mei 2026 / 04:25 WIB
Industri Pengolahan Susu Soroti Tantangan Hilirisasi Peternakan Sapi Perah
ILUSTRASI. Produksi susu sapi kemasan untuk kebutuhan MBG (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya hilirisasi juga menyasar sektor peternakan sapi perah guna memperkuat pasokan susu nasional. Namun, pelaku usaha menilai masih terdapat sejumlah tantangan dalam mencapai target tersebut.

Ketua Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS), Sonny Effendi, mengatakan bahwa para pelaku usaha mendukung hilirisasi peternakan sapi perah. Pelaku industri pengolahan susu sendiri saat ini telah menjalankan sejumlah model kemitraan dengan sektor hulu yang dinilai efektif untuk meningkatkan pasokan susu.

"Banyak model, tetapi yang sustain adalah melalui kerja sama dengan koperasi unit desa (KUD) dan peternakan sapi perah milik swasta/perusahaan yang sudah berpengalaman," katanya kepada Kontan, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Mulai Bebani Sektor Properti, Segmen Komersial Paling Terdampak

Kendati begitu, Sonny memandang, terdapat sejumlah tantangan dalam membangun rantai pasok susu domestik yang terintegrasi dari peternak hingga industri pengolahan. Tantangannya terkait kebutuhan modal, ketersediaan sumber daya manusia yang berpengalaman di bidang peternakan sapi perah, hingga lokasi usaha yang strategis.

Pun, di tengah upaya mengurangi impor bahan baku susu, industri kata Sonny juga terus berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasokan dan efisiensi biaya.

"Industri pengolahan susu membagi rasio penggunaan susu segar lokal dan bahan baku impor sesuai kondisi harga saat itu,” jelasnya.

Baca Juga: Tren Short Trip Dorong Lonjakan Wisata Dalam Negeri di Tahun 2026

Agar program hilirisasi susu tak berhenti di level wacana, AIPS menilai pemerintah perlu menyiapkan strategi yang lebih menyeluruh. Misalnya, dengan melakukan pilot plant (fasilitas percontohan) di sejumlah lokasi untuk menguji model pengembangan yang terbaik.

AIPS, lanjut Sonny, juga mendorong penyediaan vaksin ternak yang memiliki izin edar di Indonesia, serta penyediaan lahan pakan hijauan dengan lokasi di dekat peternakan. 

"Dukungan tenaga penyuluh peternakan  dan insentif pajak bagi industri yang  berinvestasi di sektor hilir susu juga diperlukan," tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×