kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,96   -11,56   -1.24%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

WIKA tekankan pentingnya optimalisasi human capital dalam menjalankan SMK3 proyek


Selasa, 12 Januari 2021 / 19:47 WIB
WIKA tekankan pentingnya optimalisasi human capital dalam menjalankan SMK3 proyek
ILUSTRASI. Direktur QHSE PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Rudy Hartono memimpin upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2021 di Proyek Pengembangan Terminal dan Fasilitas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (12/1)


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - MAKASSAR. Direktur QHSE PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Rudy Hartono memimpin upacara pPeringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2021 di Proyek Pengembangan Terminal dan Fasilitas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (12/1)

Mengusung “Penguatan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berbudaya K3 pada Semua Sektor Usaha” sebagai tema pokok Bulan K3 2021, upacara yang diadakan rutin setiap tahunnya ini, dihadiri antara lain oleh representatif Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Sultan Hasanuddin International Airport, Co General Manager Airport Project Development, I Gusti NGR Agung Wirama, Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang,  Manajemen Proyek Pengembangan Terminal dan Fasilitas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, serta beberapa pihak terkait lainnya.

Rudy menyampaikan pentingnya penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) seiring bertambahnya risiko kerja akibat pandemi Covid-19 yang belakangan tensi penularannya kembali meningkat.

Baca Juga: Kasus kecelakaan kerja meningkat, Menaker minta budaya K3 diterapkan serius

“Aktivitas kerja yang menjadi sangat terbatas, harus bisa diimbangi dengan penerapan SMK3 yang inline dengan protokol pencegahan Covid-19,” terang Rudy dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1).

Lebih lanjut, Rudy menekankan pentingnya kesiapsiagaan perusahaan untuk dapat memitigasi risiko atas kemungkinan multipplier effect pandemi yang berkepanjangan.

Hal itu, pada 2020, direalisasikan dengan mengimplementasikan program digitalisasi quality dan safety, antara lain: QPASS, RCA dan  CPP/PTKP online.

Guna menjembatani kesemua itu, Direktur QHSE berpesan bahwa Perusahaan seyogianya dapat mengoptimalisasi peran dan fungsi human capital sebagai bagian tak terpisah dari SMK3.

“Human capital adalah assets. Dengan tumbuh kembangnya kekuatan, kompetensi, dan awareness QHSE yang tinggi dari setiap insan WIKA, maka hal itu akan meng-elevasi kualitas dan reputasi perusahaan. Safety is me,” kata Rudy.

Selanjutnya: Begini rencana Wijaya Karya (WIKA) lunasi Komodo Bond Rp 5,4 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×