kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.712   68,93   1,22%
  • KOMPAS100 739   10,61   1,46%
  • LQ45 560   6,47   1,17%
  • ISSI 199   2,31   1,18%
  • IDX30 317   2,77   0,88%
  • IDXHIDIV20 390   0,73   0,19%
  • IDX80 84   1,05   1,27%
  • IDXV30 106   -0,23   -0,22%
  • IDXQ30 102   0,50   0,49%

Wow, potensi e-commerce mencapai US$ 130 miliar


Kamis, 26 November 2015 / 15:02 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyoroti perkembangan bisnis perdagangan online atau e-commerce di Tanah Air yang akan meningkat pada tahun mendatang. Pasalnya, masyarakat mulai melek teknologi dan memanfaatkan internet untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Ke depan, pasar e-commerce di Indonesia akan mencapai US$ 130 miliar pada tahun 2020," kata Joko Widodo (Jokowi), pada acara CEO Forum Kompas 100, Kamis (26/11).

Saat ini, pasar e-commerce di Tahah Air sebesar US$ 13 miliar atau 10% dari prediksi tersebut.

Jokowi menambahkan, ia mendorong kepada anak-anak muda yang mengembangkan bisnis e-commerce untuk tidak khawatir akan gempuran e-commerce dari luar negeri seperti Alibaba.com dan Amazon.com, karena anak muda di Indonesia akan pandai berinovasi untuk melanjutkan bisnis ekonomi digital pada masa mendatang.

"Saya bertanya ke anak-anak muda yang bergerak di bisnis e-commerce. Mereka bilang tidak takut dicaplok asing, justru kalau bisa mereka (pengusaha muda) yang caplok asing," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah tengah menggodok rencana revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) untuk membuka pintu investor asing yang ingin masuk ke bisnis e-commerce di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×