kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.856.000   -100.000   -3,38%
  • USD/IDR 16.883   28,00   0,17%
  • IDX 7.912   -191,67   -2,37%
  • KOMPAS100 1.114   -26,42   -2,32%
  • LQ45 814   -15,17   -1,83%
  • ISSI 277   -7,46   -2,62%
  • IDX30 426   -6,96   -1,61%
  • IDXHIDIV20 513   -7,82   -1,50%
  • IDX80 125   -2,62   -2,06%
  • IDXV30 138   -3,38   -2,38%
  • IDXQ30 139   -1,60   -1,14%

Çelebi Aviation Perkuat Ekspansi Ground Handling lewat Bali dan Soetta


Jumat, 06 Februari 2026 / 10:13 WIB
Çelebi Aviation Perkuat Ekspansi Ground Handling lewat Bali dan Soetta
ILUSTRASI. BANDARA I GUSTI NGURAH RAI - ANGKASA PURA 1 (Dok/AP I)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyedia layanan ground handling global, Çelebi Aviation, mulai memperkuat pijakan bisnisnya di Indonesia dengan beroperasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Kedua bandara tersebut menjadi titik awal strategi ekspansi Çelebi Aviation di pasar penerbangan nasional yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, seiring pemulihan sektor pariwisata dan meningkatnya mobilitas masyarakat.

Managing Director of Çelebi Aviation Indonesia Andy Dias mengatakan, perusahaan menempatkan Bali dan Jakarta sebagai gerbang utama sebelum melakukan ekspansi bertahap ke wilayah strategis lainnya.

Baca Juga: Bosch Optimalkan Teknologi untuk Membersihkan Endapan Lumpur Sisa Material Bencana

“Saat ini kami telah beroperasi di 27 bandara di Indonesia. Setelah memulai layanan di Bali dan Jakarta, ekspansi akan dilanjutkan secara bertahap, menyesuaikan dengan permintaan pasar dan kesiapan operasional,” ujar Andy kepada Kontan.co.id, Jumat (6/2/2026).

Andy menjelaskan, fokus utama perusahaan adalah pertumbuhan berkelanjutan dengan mengandalkan peralatan pendukung darat berbasis listrik atau electric ground support equipment (GSE), sekaligus menyediakan layanan ground handling dan dukungan penerbangan yang komprehensif serta aman.

Masuknya Çelebi Aviation ke dua bandara tersibuk di Indonesia turut memperkuat posisinya di kawasan Asia-Pasifik.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat 20,33 juta penumpang sepanjang Januari–Oktober 2025, sementara Bandara Soekarno-Hatta melayani 45,07 juta penumpang pada periode yang sama.

Volume tersebut menjadi basis pasar utama bagi layanan ground handling, baik penerbangan domestik maupun internasional.

Baca Juga: Chery Luncurkan C5 CSH di IIMS 2026, Tawarkan SUV Hybrid Seharga Rp 399,9 Juta

Pada tahap awal, operasional Çelebi Aviation di Bali dan Jakarta mencakup layanan penanganan penumpang, ramp handling, keamanan, serta penerbangan umum.

Perusahaan menargetkan dapat melayani sekitar 1.800 penerbangan dan 650.000 penumpang per tahun di Bali, serta 4.500 penerbangan dan 1,6 juta penumpang per tahun di Jakarta.

Dari sisi industri, Andy menilai prospek penerbangan Indonesia masih terbuka lebar. Permintaan perjalanan yang terus meningkat menciptakan peluang bagi penyedia layanan ground handling yang mampu memenuhi standar keselamatan, efisiensi, dan kualitas layanan internasional.

“Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan dengan pertumbuhan permintaan perjalanan yang solid. Ini membuka peluang besar bagi layanan ground handling berkualitas tinggi,” katanya.

Meski demikian, Andy mengakui industri penerbangan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan struktural, mulai dari kapasitas infrastruktur, efisiensi operasional, hingga tuntutan keberlanjutan.

Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi dan kolaborasi di sepanjang rantai nilai industri penerbangan.

Baca Juga: Xpeng Pajang The Next P7 dan GX di IIMS 2026, Bidik Uji Minat Pasar Indonesia

Sepanjang 2026, Çelebi Aviation akan memprioritaskan penguatan operasional di Bali dan Jakarta, termasuk peningkatan kualitas layanan serta produktivitas.

Perusahaan juga menyatakan tetap terbuka terhadap peluang strategis lain untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, meski belum memiliki rencana akuisisi dalam waktu dekat.

“Setiap langkah ekspansi ke depan akan dilakukan dengan memperhatikan kerangka regulasi yang berlaku dan kondisi pasar,” ujar Andy.

Selain memperluas jaringan, Çelebi Aviation juga menekankan pendekatan keberlanjutan melalui penggunaan armada GSE listrik di Indonesia.

Langkah ini bertujuan menekan emisi karbon di kawasan bandara, sekaligus mendukung agenda bandara hijau dan target penurunan emisi sektor penerbangan nasional.

Selanjutnya: OJK Beri Sanksi kepada 22 Multifinance dan 16 Fintech Lending pada Januari 2026

Menarik Dibaca: Diskon 50% CFC Hebat, Promo Paket Ayam Favorit Mulai Rp 26 Ribuan Saja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×