Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten furnitur dan gaya hidup premium, PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) melanjutkan ekspansi bisnisnya di segmen furnitur dan gaya hidup premium dengan meresmikan flagship store B&B Italia Jakarta.
Gerai ini menjadi monobrand store B&B Italia terbesar di kawasan Asia Pasifik, dengan total area kurasi mencapai sekitar 1.300 meter persegi.
Berlokasi di kawasan bisnis dan gaya hidup strategis Jakarta, showroom tersebut mengintegrasikan tiga jenama furnitur internasional dalam satu atap, yakni B&B Italia, Maxalto, dan Azucena. Kehadiran gerai berskala besar ini menandai penguatan strategi ritel LFLO sekaligus memperluas eksistensi Indonesia dalam jaringan desain global.
Presiden Direktur LFLO Erlangga Boenawan menyampaikan bahwa realisasi gerai ini memiliki makna khusus bagi manajemen.
“Melihat logo B&B Italia terpasang di dinding Laflo terasa surealis dan sangat emosional. Namun, saya ingin semua orang mengingat bahwa ini terjadi semata-mata karena anugerah Tuhan, bukan karena pencapaian kami atau jasa siapa pun. Segala yang kami miliki adalah titipan untuk kami jaga,” ujar Erlangga dalam keterangannya Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Produk Desain dan Furnitur RI Raup Potensi Transaksi Rp 9,8 Miliar di Paris
Dari sisi korporasi, pembukaan flagship store ini merupakan langkah ekspansi yang dirancang secara terukur. Manajemen memproyeksikan gerai B&B Italia Jakarta dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasi perseroan, dengan estimasi mencapai Rp80 miliar - Rp100 miliar per tahun.
Meski demikian, Erlangga menegaskan bahwa orientasi pertumbuhan perseroan tidak semata didorong oleh target finansial. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip stewardship dan akuntabilitas dalam menjalankan ekspansi bisnis.
“Sejak awal perjalanan ini, kami berkomitmen untuk tidak mengambil jalan pintas (cut corners). Kami memilih jalan yang lebih sulit ketika itu adalah jalan yang benar, dan kami membangun fondasi di atas integritas. Komitmen itu harus terus berlanjut, hari ini dan di masa depan,” tegasnya .
Terkait proyeksi kinerja, Erlangga juga menyoroti cara pandang perseroan terhadap profitabilitas.
Baca Juga: HIMKI Proyeksi Ekspor Industri Furnitur Bisa Tembus US$ 6 Miliar pada 2026
“Kita tidak hadir hanya untuk mencari keuntungan, tetapi untuk menciptakan nilai yang mencerminkan siapa kita. Kita harus melihat uang secara jernih sebagai alat, bukan tuan. Ketika melihat satu dolar, kita adalah manusia. Namun ketika melihat satu miliar bahkan satu triliun, kita harus tetap menjadi manusia, dan tidak berubah menjadi iblis,” ujarnya.
Selain fungsi komersial, flagship store ini dirancang sebagai ruang pengalaman atau “galeri hidup” yang menawarkan pendekatan imersif bagi pengunjung. Konsep ruang dibangun berdasarkan filosofi Zeitgeist atau semangat zaman, yang merefleksikan kebutuhan akan keaslian, kesejahteraan, dan estetika berkelanjutan.
LFLO juga menerapkan pendekatan “demokrasi desain” dalam kurasinya, dengan tujuan membuat desain berkualitas lebih mudah dipahami dan diakses oleh khalayak yang lebih luas. Manajemen menyebut ruang ini sebagai agora modern, yakni titik temu bagi arsitek, desainer, dan klien untuk bertukar gagasan.
Ke depan, ekspansi ritel ini diharapkan dapat memperkuat posisi LFLO di segmen furnitur dan gaya hidup premium, sekaligus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pendapatan perseroan secara berkelanjutan di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.
Baca Juga: Indonesia Kian Dilirik Jadi Pusat Produksi Furnitur dan Permesinan Kayu
Selanjutnya: Spinjam Tawarkan Bunga Rendah dan Jelas Tanpa Jebakan
Menarik Dibaca: Promo Paket Gokana Hebat Mulai Rp 99 Ribu, Makan Bertiga Jadi Lebih Hemat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













