INDUSTRI
Berita
5 Februari, PLN Undang 25 Perusahaan Peminat PLTU Pemalang

PEMBANGUNAN PLTU PEMALANG

5 Februari, PLN Undang 25 Perusahaan Peminat PLTU Pemalang


Telah dibaca sebanyak 1387 kali
5 Februari,  PLN Undang 25 Perusahaan Peminat PLTU Pemalang

JAKARTA. PT PLN (Persero) mengundang 25 perusahaan yang sudah menyatakan minat menanamkan duitnya di proyek PLTU Pemalang untuk bertemu pada 5 Februari mendatang.

Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN Bambang Praptono menyebut pertemuan yang rencananya digelar di Kantor Pusat BUMN listrik tersebut akan membahas terms and condition proyek PLTU Pemalang.

"Nanti dari hasil pertemuan yang juga akan dihadiri pihak Bappenas dan Depkeu tersebut, kita akan membuat terms and condition tender nya. Bappenas dan Depkeu terlibat karena ini kan proyek infrastruktur nya pemerintah sesuai Perpres Nomor 67/2005," kata Bambang, Senin (2/2). Perpres Nomor 67/2005 tersebut mengatur tentang Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

Bambang menambahkan, karena sudah diatur oleh Perpres sebelumnya maka PLTU Pemalang berkapasitas 2.000 MW tidak jadi dimasukkan dalam proyek 10.000 MW tahap II.

"Karena 10.000 MW tahap II akan ada Perpres nya sendiri. Tetapi nanti proyeknya tetap untuk IPP," tambah Bambang.

Sebelumnya mulai 9 Januari 2009 sampai 16 Januari 2009, PLN membuka kesempatan kepada seluruh perusahaan untuk menyampaikan pernyataan minat atau express of interest nya untuk membangun PLTU Pemalang.

Dari proses tersebut, ada 25 perusahaan yang menyatakan minatnya untuk membangun PLTU Pemalang. Antara lain Marubeni, Siemens, WTL, Alstom, Areva, Hua Tien, serta Da Tang. Sementara, investor dari dalam negeri disebutnya tidak ada yang menyatakan minat karena kebutuhan dananya yang luar biasa besar.

Telah dibaca sebanyak 1387 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Simak sektor mana saja yang prospektif!

    +

    Sejak awal tahun hingga 22 September 2014, saham-saham sektor perbankan memberikan return terbesar.

    Baca lebih detail..

  • Meramal gerak IHSG setelah rekor

    +

    Analis berbeda pendapat soal prospek kinerja IHSG ke depannya.

    Baca lebih detail..