: WIB    --   
indikator  I  

Aktivitas tambang Freeport berkurang 80%

Aktivitas tambang Freeport berkurang 80%

MIMIKA. Aktivitas tambang PT Freeport Indonesia di area terbuka Grasberg, Tembagapura sudah berkurang hingga 80%. Hal ini terjadi seiring penghentian produksi konsentrat tambang sejak 10 Februari lalu.

Kalaupun ada kegiatan di tambang terbuka yang berbentuk kawah itu, tinggal perawatan area tambang serta alat berat. Kondisi serupa juga terjadi di area tambang bawah tanah. Penyebabnya gudang penyimpanan konsentrat atau stockpile sudah menumpuk.

Menurut Fredrik Magai, Jurubicara Gerakan Solidaritas Peduli Freeport, kegiatan perawatan tambang di area Grasberg serta tambang bawah tanah untuk memastikan tebing tambang tidak longsor. "Sekarang, 80% kondisi tambang off dan 20% hanya maintenance," katanya, Minggu (5/3).

Saat ini, di dalam tiga gudang penyimpanan ore konsentrat tembaga, secara total sudah menggunung hingga 135.000 ton. Alhasil, konsentrat yang belum melalui proses pemisahan logam (flotasi), belum bisa ditampung di tiga gudang tersebut.

Imbasnya, kata Fredrik, ada sejumlah pekerja yang sudah Freeport rumahkan. Tapi, ia tidak merinci jumlahnya. Kalaupun ada yang masih bekerja itu di bagian perawatan.

Menurut data Dinas Ketenagakerjaaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika per Sabtu (4/3), jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan mencapai 1.341 orang. Pemutusan hubungan kerja berlaku bagi pegawai kontraktor. Sedangkan status dirumahkan berlaku bagi karyawan Freeport. "Akan terus bertambah dan akan ada data baru; kemungkinan minggu ini," katanya.

Menyikapi hal tersebut, Fredrik bersama karyawan Freeport lain berencana menyampaikan aspirasi mereka ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan kemudian ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta ke Istana Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 7 Maret hingga 8 Maret mendatang. Ini aksi lanjutan dari aksi serupa di kota Timika pada tanggal 17 Februari silam. "Ini murni gerakan solidaritas. Kami tidak memakai fasilitas atau disponsori perusahaan," klaimnya.

Bagi lingkungan sekitar tambang, berhentinya produksi tambang Freeport, menurut General Superintendent Tailing Freeport Indonesia Robert Sarwom, menyebabkan air sungai Agawagong dan Otomona menjadi jernih. Tidak ada lagi sisa proses konsentrat alias tailing meluncur dari daerah Tembagapura ke sungai itu.


Reporter Pratama Guitarra
Editor Dupla KS

FREEPORT

Feedback   ↑ x