INDUSTRI
Berita
Boikot Sawit Akibat Minyak Nabati Lain Kalah Saing?

KAMPANYE KELAPA SAWIT

Boikot Sawit Akibat Minyak Nabati Lain Kalah Saing?


Telah dibaca sebanyak 1751 kali
Boikot Sawit Akibat Minyak Nabati Lain Kalah Saing?

JAKARTA. Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menduga, kampanye negatif LSM asing yang memicu pemboikotan produk sawit selama ini karena persaingan dagang di pasar minyak nabati dunia.

“Alasan lingkungan itu sah saja, tetapi LSM itu dimanfaatkan oleh industri vegetable lain yang terdesak oleh sawit. Dalam 20 tahun terakhir sawit mendominasi pasar minyak nabati dunia,” kata Direktur Eksekutif Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Fadhil Hasan.

Fadhil menyatakan, saat ini sawit sudah menguasai 33% pasar minyak nabati dunia. Prosentase tersebut membengkak dari tahun 1990 yang hanya mencuil porsi 5%-10%. Ia menduga, melonjaknya penguasaan pasar tersebut membikin produsen sumber minyak nabati yang terbuat dari kedelai, rapeseed dan bunga matahari geram.

Sejumlah negara yang dituding Fadhil 'cemburu' dengan minyak sawit adalah AS dan Eropa yang tak bisa membiakkan sawit karena iklimnya yang subtropis.

Sawit memang tanaman yang sangat kompetitif. Dari sisi produktivitas, sawit mampu memproduksi 4 ton per hektare, sedangkan kedelai hanya 0,4 ton per hektare. Dari sisi ongkos produksi, minyak sawit pun tergolong minim. Sawit hanya membutuhkan US$ 400 per hakter sedangkan kedelai US$ 600-700 per hektar. Itu sebabnya, tegas Fadhil, negara-negara itu membonceng LSM internasional untuk melakukan desakan.

Telah dibaca sebanyak 1751 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Siap-siap, mobil murah tak lagi terjangkau

    +

    Harga mobil LCGC kemungkinan naik akibat inflasi dan pengurangan insentif.

    Baca lebih detail..

  • Adu gengsi produsen otomotif

    +

    Tren mobil baru di ajang Indonesia International Motor Show 2014.

    Baca lebih detail..