kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.612
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Charoen akan patuhi larangan penggunaan antibiotik

Kamis, 23 November 2017 / 15:57 WIB

Charoen akan patuhi larangan penggunaan antibiotik

Peternak ayam potong mengawasi pemberian pakan ayam usia sehari (DOC) di Desa Cibitung Kulon, Pamijahan, Bogor, Kamis (15/9). PT Charoen Pokphand menyelenggarakan kegiatan bedah kandang dengan memberikan bantuan kepada peternak ayam potong di Jabodetabek dan Jawa Barat berupa perlengkapan kandang. Untuk saat ini telah terealisasi sebanyak 11 kandang dari total 50 kandang yang akan diperbaiki. Melalui kegiatan ini, hasil dari produksi ayam potong peternak bisa mengalami peningkatan sebesar 50% dari produksi sebelumnya. KONTAN/Carolus Agus Waluyo

KONTAN.CO.ID - SEMARANG. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) akan mematuhi aturan pemerintah terkait larangan penggunaan antibiotik pada hewan.

"Kami akan patuhi kebijakan pemerintah dan beralih perlahan ke probiotik," ujar Presiden Direktur Charoen Pokphand Tjiu Thomas Effendy, Rabu (22/11) malam.

Menurut Thomas, penggunaan antibiotik selama ini bukan untuk menggemukkan ayam pedaging. Namun, penggunaan antibiotik digunakan untuk membersihkan bakteri pada pencernaan ayam. Hal itu akan membantu tumbuh kembang ayam.

Meski begitu, Thomas bilang, beberapa daerah telah menerapkan pemberhentian pengunaan antibiotik. Ia mencontohkan Eropa yang sebelumnya menggunakan antibiotik kini tidak lagi.

Guna mengurangi berkembangnya penyakit, Thomas bilang, perlu ada perbaikan sistem pemeliharaan. Thomas menekankan pemeliharaan dengan sistem kandang tertutup dinilai lebih efektif dibandingkan dengan kandang terbuka.

Pemeliharaan kandang terbuka masih mendominasi sistem kandang di Indonesia. "Populasi unggas per tahun saat ini berkisar 3,5 miliar ekor, 80% merupakan kandang terbuka," terang Thomas pada pidato ilmiahnya di Universitas Diponegoro, Kamis (23/11).

Produksi kandang tertutup dinilai membuat harga lebih murah sehingga daya saing semakin baik. Thomas bilang, perbedaan harga pokok produksi kandang terbuka dan tertutup berkisar Rp 500 per kilogram (kg) sampai Rp 1.000 per kg.


Reporter: Abdul Basith
Editor: Dupla Kartini

PETERNAKAN

Berita terbaru Industri

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]