: WIB    --   
indikator  I  

China borong kedelai, harga berpotensi bergejolak

China borong kedelai, harga berpotensi bergejolak

JAKARTA. China merupakan importir kedelai terbesar dunia saat ini. Negeri Panda ini mengimpor rata-rata 80 juta ton kedelai tiap tahunnya, atau jauh di atas impor kedelai Indonesia yang mencapai sekitar 2,3 juta ton untuk kebutuhan tahu dan tempe dan 3 juta ton untuk pakan ternak.

Nah saat ini, China tengah menggenjot pembelian kedelai untuk mengisi stok di dalam negeri dan mengambil kesempatan sebelum harga kedelai yang akan terus naik. Sebab diperkirakan terjadi penurunan panen kedelai mulai April 2017 akibat cuaca buruk di Argentina. Dengan pembelian besar-besaran kedelai oleh China, maka berpotensi menimbulkan gejolak harga kedelai global yang berdampak pada harga kedelai dalam negeri.

Direktur Eksekutif Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) Yusan mengatakan bila China melakukan pembelian kedelai besar-besaran dan di luar dari normal, maka berpotensi menimbulkan ketidakpastian harga kedelai di pasar global. Sebab hal ini akan mengakibatkan perubahan stok kedelai yang secara otomatis turut mempengaruhi harga kedelai.

"Sejauh ini harga kedelai dalam negeri masih stabil di kisaran Rp 6.500 per kilogram (kg) di gudang importir," ujar Yusan kepada KONTAN, Senin (20/1).

Lebih lanjut Yusan mengatakan, untuk pembelian kedelai kebutuhan tahu dan tempe, selama ini didatangkan dari Amerika Serikat (AS). Namun untuk pembelian bungkil kedelai untuk keperluan pakan ternak diperoleh dari Amerika Latin, salah satunya Argentina.

Berdasarkan survei Kementerian Perdagangan (Kemdag) harga kedelai impor selama bulan Maret 2017 di pasaran berada di kisaran Rp 10.660 - Rp 10.710 per kg. Harga tersebut lebih tidak jauh berbeda dengan harga kedelai lokal yang berada di kisaran serupa yakni Rp 10.500 - Rp 10.900 per kg selama Maret.

Stabilnya harga kedelai dalam negeri ini terjadi karena pasokan kedelai impor masih cukup mengingat panen raya terjadi di akhir tahun sampai bulan Maret 2017. Di sisi lain, tata niaga dan penyimpanan kedelai di sana juga sudah maju sehingga dapat mengatur stok dengan baik.


Reporter Noverius Laoli
Editor Barratut Taqiyyah

KOMODITAS

Feedback   ↑ x
Close [X]