Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Test Test
JAKARTA. Pada saat krisis global menyerang, para pengusaha China mulai melirik Indonesia sebagai lahan investasi. Para pengusaha asal negeri tirai bambu yang banyak mengandalkan ekspor ini sepertinya khawatir akan terjadinya penurunan pendapatan akibat krisis keuangan global.
Tak heran kalau ada delapan pengusaha asal China yang tertarik menanamkan duitnya di dalam negeri. "Para pengusaha ini serius berinvestasi di Indonesia karena krisis ekonomi membuat mereka mau tak mau harus mencari lahan baru karena tak bisa lagi mengandalkan lagi ekspor," ujar Gondo Soebedjo Sekretaris Jenderal Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial dan Budaya Indonesia-China di acara Forum Kerjasama Perdagangan dan Ekonomi Indonesia-Shaanxi 2008 Kamis (27/11).
Delapan pengusaha ini sudah datang dalam forum perdagangan kedua negara yang didukung oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). Gondo mengungkapkan bahwa pemerintah China malahan sudah membentuk satu badan investasi yang diisi oleh para pengusaha China untuk menanamkan duitnya di ASEAN termasuk Indonesia. Ini membuktikan kalau pemerintah China sudah mulai khawatir kalau hanya mengandalkan ekspor tanpa masuk ke negara-negara lain seperti Indonesia.
Liu Ajin, President of China Council for Promotion of International Trade mengatakan bahwa para pengusaha China tertarik berinvestasi di bidang pertambangan batubara, manufaktur dan teknologi informasi. Untuk menunjukkan keseriusannya para pengusaha China ini sudah bicara dengan Departemen Perindustrian (Depperin) tentang peluang kerjasama untuk pengeboran batubara dan minyak yang menggunakan teknologi tinggi. "Dengan menggandeng perusahaan lokal," ujar Liu.
Para pengusaha negeri panda ini yakin kalau pasar Indonesia merupakan potensi untuk mendapatkan keuntungan karena daya beli masyarakat masih lumayan besar. "Indonesia memang terkena krisis ekonomi, tapi saya yakin pengaruhnya tidak terlalu besar," ujarnya. Sayangnya, dia belum mau mengungkapkan berapa besar nilai investasi awalnya. Tetapi yang pasti jumlah investasinya akan besar. "Akan dalam skala besar," ujar Liu. Realisasi investasi China di Indonesia memang masih sangat kecil. Tercatat baru 0,3% dari total US$ 10,3 miliar sepanjang tahun 2007.
Sudrajat DP Presiden Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial dan Budaya Indonesia mengatakan bahwa masuknya investor China ini tidak akan mematikan industri Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Karena pengusaha ini akan masuk dalam industri yang membutuhkan modal yang besar. "Memberikan lapangan pekerjaan yang cukup banyak misalnya di perkebunan, pertambangan dan proyek-proyek di pelabuhan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













