Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Avia Avian Tbk (AVIA) terpantau tetap mencatatkan kinerja positif di tengah kondisi ekonomi yang cukup menantang sejak awal tahun 2026.
Head of Investor Relations Avia Avian, Andreas Timothy Hadikrisno, menyampaikan hingga menjelang akhir kuartal I-2026, penjualan perseroan masih tumbuh dan sejalan dengan target yang telah ditetapkan untuk tahun ini.
Pihaknya mengakui bahwa kondisi ekonomi saat ini masih dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk dinamika global dan isu geopolitik yang turut memberikan tekanan terhadap ekonomi domestik.
Namun demikian, AVIA melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk terus memperkuat pertumbuhan dan meningkatkan pangsa pasar.
“Didukung oleh jaringan distribusi kami yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia, AVIA terus memperkuat posisinya sebagai mitra yang andal bagi toko bangunan. Kami berkomitmen untuk membantu mitra kami tetap bertumbuh dan beradaptasi di tengah berbagai gejolak ekonomi yang ada,” ungkap Andreas, kepada Kontan.co.id, Senin (30/3/2026).
Baca Juga: Avia Avian (AVIA) Optimistis Pendapatan Tumbuh 10% di Tengah Daya Beli Melemah
Dari sisi permintaan, AVIA tidak terdapat perubahan yang signifikan dalam pola permintaan cat di kuartal I-2026, termasuk terkait momentum Lebaran yang menjadi salah satu pendorong penjualan cat.
Menurutnya, permintaan biasanya meningkat menjelang hari raya seiring aktivitas repainting, sebelum akhirnya mengalami penurunan sementara akibat periode libur panjang. “Pola ini merupakan siklus yang relatif konsisten dari tahun ke tahun. Untuk Q2 2026, kami tetap optimis dapat mempertahankan kinerja yang positif,” sebutnya.
Di tengah potensi pelemahan daya beli, perseroan juga menegaskan tidak mengambil langkah jangka pendek yang agresif. Sebaliknya, AVIA tetap berfokus pada strategi jangka panjang yang telah dirancang sejak awal tahun.
Andreas menyebut, peluncuran dan pengembangan produk baru terus berjalan sesuai rencana guna memastikan relevansi dengan kebutuhan pasar.
Dari sisi promosi, Perseroan juga tidak melakukan program yang bersifat di luar strategi utama. Fokus perusahaan tetap pada disiplin dalam eksekusi, termasuk menjaga ketersediaan produk di pasar, memperkuat hubungan dengan toko bahan bangunan dan tukang cat, serta memastikan kualitas layanan tetap optimal.
“Kami meyakini bahwa pendekatan ini lebih efektif untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dibandingkan strategi jangka pendek yang bersifat musiman,” katanya.
Dari sisi produk, tiga segmen utama yakni cat tembok, cat kayu & besi, serta pelapis anti bocor masih menjadi penopang utama kinerja. Secara khusus, segmen cat tembok terus mencatatkan pertumbuhan penjualan dua digit secara tahunan, didorong oleh aktivitas pemasaran dan penguatan merek.
Baca Juga: Ini Strategi Avia Avian (AVIA) Kejar Kinerja Positif di Tahun 2026
Untuk keseluruhan tahun 2026, AVIA menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 6%–10% dan pertumbuhan volume sebesar 4%–8%. Target tersebut mencerminkan komitmen perseroan untuk mencatat pertumbuhan yang tetap berada di atas rata-rata industri.
“Perseroan tetap optimis dapat mempertahankan kinerja yang solid sepanjang 2026 seperti tahun lalu, didukung oleh fundamental bisnis yang kuat dan posisi pasar yang kompetitif,” tandasnya.
Sebagai informasi, AVIA mampu meraup laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 1,74 triliun pada tahun 2025, meningkat 4,99% dari periode tahun 2024 sebesar Rp 1,66 triliun.
Dari segi penjualan, kinerja top line AVIA tercatat mencapai Rp 8,12 triliun pada tahun 2025, menanjak 8,73% dari posisi Rp 7,47 triliun pada tahun sebelumnya.
Kontributor utama penjualan berasal dari segmen solusi arsitektur yang mencapai Rp 6,29 triliun. Sementara segmen barang dagangan tercatat sebesar Rp 1,83 triliun.
Baca Juga: AVIA Bakal Rambah Segmen Baru dan Perluas Jaringan Distribusi pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













