Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memperluas diversifikasi portofolio di lini non-otomotif, salah satunya melalui peluncuran alat kesehatan berbasis digital oleh anak usahanya, PT Astra Komponen Indonesia (ASKI).
Pada Rabu (1/4/2026), AUTO melalui ASKI meluncurkan enam alat kesehatan, yakni ultrasonography 4D, syringe pump, infusion pump, electrocardiograph 12 channel, tensimeter sekaligus alat pengukur kadar gula, kolesterol, dan asam urat GCU 4in1, serta GCU 3in1 yang diintegrasikan dengan aplikasi digital dan predictive analytics berbasis artificial intelligence untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan terintegrasi.
Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim mengatakan, AUTO berkomitmen menghadirkan produk yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan Indonesia. Ini dilakukan melalui penguatan kemampuan riset dan pengembangan (research & development/R&D), pengembangan fasilitas produksi di dalam negeri, serta pengembangan alat kesehatan berbasis teknologi.
Baca Juga: Lazada Tumbuh 3,5 Kali Lipat di Ramadan, Produk Fashion Hingga Mobil Laris Manis
"Langkah ini merupakan wujud dari kontribusi kami dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional. Semakin kuat industri alat kesehatan dalam negeri, semakin besar pula kemampuan kita dalam menghadirkan layanan kesehatan untuk masyarakat yang berkualitas, lebih merata, dan berkelanjutan," ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Melalui peluncuran alat kesehatan ini, selain berkolaborasi dengan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian, ASKI juga bekerja sama dengan PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) dalam pengembangan solusi alat kesehatan digital ini.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui pengembangan perangkat GCU 4in1 dan 3in1 yang mendukung kegiatan screening serta deteksi dini penyakit tidak menular melalui pemanfaatan teknologi berbasis data.
GCU 4in1 merupakan perangkat multifungsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu alat. Sementara itu, GCU 3in1 menghadirkan solusi praktis untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Kedua perangkat ini dirancang untuk mendukung deteksi dini penyakit tidak menular, serta mendorong layanan kesehatan yang terintegrasi dan berbasis data, sekaligus memudahkan pemantauan kesehatan secara komprehensif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, ASKI juga terus mengarahkan inovasi produknya untuk mendukung penguatan layanan kesehatan yang lebih promotif dan preventif.
"Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi pada penguatan industri, tetapi juga pada peningkatan akses layanan kesehatan untuk masyarakat yang lebih luas dan merata," kata Hamdhani.
Baca Juga: Harga Solar Industri B40 Dikabarkan Melonjak, Biaya Operasional Tambang Tertekan
Sejak melakukan diversifikasi ke sektor alat kesehatan pada tahun 2020, ASKI terus memperluas pengembangan produknya. Hingga saat ini ASKI telah menghasilkan lebih dari 30 jenis alat kesehatan dengan kandungan tingkat komponen dalam negeri yang mencapai kisaran 40–59% serta bobot manfaat perusahaan sebesar 12,7%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













