: WIB    —   
indikator  I  

Gesits dan Viar siap produksi massal motor listrik

Gesits dan Viar siap produksi massal motor listrik

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski belum ada aturan jelas, pengembangan sepeda motor listrik terus bergulir. Terbaru Gesits sudah membeberkan harga jualnya untuk dijual tahun depan. 

Muhammad Al Abdullah, Chief Executive Officer (CEO) Garansindo Group yang memegang distribusi produk Gesits menyatakan, harga jual kisaran Rp 16 juta per unit. Harga tersebut berada di harga kisaran sepeda motor Viar Q1 dengan On The Road Jakarta sekitar Rp 16,2 juta. 

"Sekarang dalam tahap produksi untuk 2018," kata Muhammad Al Abdullah yang akrab disapa Memet, kepada KONTAN, Jumat (20/10). 

Saat ini Gesits baru memiliki satu tipe. Rencana nya Garansindo akan memegang distribusi Gesits. Gesits yang risetnya ditangani mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). 

Pabrik perakitan Gesits berlokasi di kawasan industri terpadu PT Wijaya Karya Tbk yang memiliki luas total areal 30 hektare di Cileungsi, Bogor Jawa Barat. Tahap awal pabrik menggunakan salah satu bangunan seluas 2.400 meter persegi (m²), untuk penerimaan komponen, perakitan kendaraan, pengujian akhir.

Adapun hasil produksi akan ditampung dalam sebuah gudang penyimpanan sementara seluas 1.400 m². Pabrik di Cileungsi Bogor ini diprediksi mampu memproduksi 50.000 unit Gesits per tahun. Ke depan akan dikembangkan hingga mampu mencapai produksi 100.000 unit per tahun. 

Sementara, PT Triangle Motorindo lebih dulu punya skutik berbahan bakar listrik bertajuk Viar Q1. Agen pemegang merek motor Viar inimembidik semua segmen pasar. Mereka yakin, skutik listrik yang tak membutuhkan servis rutin, seperti penggantian oli bakal dilirik pasar. 

Sebagai debut perdana, Triangle Motorindo hanya memasarkan produk di ibukota. Maklum, skutik setrum itu membutuhkan stasiun penyedia listrik umum (SPLU), yang saat ini hanya ada di Jakarta dan sekitarnya. 

Asal tahu, teknologi Viar Q1 merupakan hasil kolaborasi Triangle Motorindo dengan Robert Bosch GmbH. Sementara riset pengembangan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) melibatkan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. 

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala bilang, pihaknya masih tahap diskusi dengan pemerintah, baik itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian dan juga Kementerian ESDM. "Belum ada perkembangan apapun," kata Sigit kepada KONTAN beberapa saat lalu. 

Menurut Sigit, stasiun pengisian listrik harus lebih terarah. Apalagi dari pengalaman Sigit perlakuan stasiun pengisian listrik di negara lain berbeda dengan di Indonesia. "Tidak bisa stasiun bahan bakar listrik di pinggir jalan. Di luar negeri itu ada di tempat parkir karena butuh waktu pengisian lama," katanya. 


Reporter Eldo Christoffel Rafael
Editor Sanny Cicilia

OTOMOTIF

Feedback   ↑ x
Close [X]