: WIB    —   
indikator  I  

ICON masih andalkan bisnis katering tahun ini

ICON masih andalkan bisnis katering tahun ini

JAKARTA. PT Island Concepts Tbk sepertinya tak mau disebut sebagai "kacang lupa pada kulitnya." Perusahaan yang sudah melebarkan sayap bisnisnya ke bidang properti itu tak mau melupakan bisnis awal yang membesarkannya,  yakni katering. Malah tahun ini, lini bisnis itu masih menjadi andalan pendapatannya.

Perusahaan berkode ICON di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menargetkan bisnis katering masih memberi kontribusi 60% terhadap total pendapatannya di 2015. Jika tahun ini Island Concepts membidik pendapatan Rp 211 miliar, berarti proyeksi pendapatan dari bisnis menjual makanan sekitar Rp 126,6 miliar.

Meski masih diperkirakan menjadi jagoan, proyeksi kontribusi bisnis katering tahun ini lebih kecil dibanding realisasi tahun lalu. "Katering masih akan menjadi kontributor terbesar walaupun secara persentase tidak akan sebesar tahun lalu," kata Yusea Eka Prasetya, Sekretaris Perusahaan PT Island Concepts Indonesia Tbk kepada KONTAN, akhir pekan lalu.

Mengacu catatan keuangan terakhir yang dipublikasikan di BEI per 30 September 2014, pendapatan ICON dari bisnis jasa katering tercatat Rp 97,94 miliar. Nilai ini setara 75,02% total pendapatannya yang sebesar Rp 130,56 miliar.

Island Concepts belum merilis laporan keuangan per 31 Desember 2014. Jadi belum kita belum bisa mengetahui porsi pendapatan bisnis kateringnya sepanjang tahun lalu.

Manajemen ICON mengungkapkan, melalui anak perusahaannya, PT Patra Supplies and Services, mereka telah mengantongi dua kontrak katering baru hingga Februari 2015.

Pertama, kontrak katering dari Plaza Asia sebesar Rp 140 juta per bulan. Kedua, kontrak katering dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) senilai Rp 380 juta per bulan.

Dua kontrak tersebut menggenapi jumlah kontrak yang didekap Patra Supplies menjadi 16 kontrak katering.

Belanja modal mengecil

Karena pendapatan bisnis katering tahun ini diperkirakan tak sebesar tahun lalu ICON menargetkan peningkatan kontribusi pendapatan dari bisnis lain. Bisnis properti ditargetkan memberi kontribusi 38%. Sisanya 2% berasal dari bisnis penyewaan vila.

Dalam laporan keuangan yang berakhir 30 September 2014 yang lalu, manajemen Island Concepts tak membeberkan detail pendapatan bisnis properti. Namun ada catatan tentang bisnis vila sebesar Rp 3,75 miliar. Nilai itu setara dengan kontribusi sekitar 2,87% terhadap total pendapatan pada periode itu.

Katalis positif dua lini bisnis itu adalah dua proyek di Jimbaran-Bali, yakni Villa Beach Club serta vila dan kondotel Springhill. "Untuk Beach Club, kami masih dalam tahapan merampungkan perubahan desain, dengan mitra yakni Union Group," terang Yusea.

Island Concepts menargetkan Beach Club mulai dibangun di semester II-2015. Sementara target penyelesaian kedua proyek itu adalah akhir 2016 atau awal 2017. Namun, layaknya pengembang umumnya, Island Concepts sudah melego proyek tersebut sejak pertengahan 2014.

Hingga akhir Januari 2015, perusahaan itu mengaku sekitar 58% unit vila telah terjual. Sementara penjualan kondotel sudah 55% dari total unit kamar yang ditawarkan.

Untuk memuluskan rencana pembangunan proyek itu, Island Concepts mengalokasikan belanja modal Rp 15 miliar. Sumber dananya dari sisa hasil menggelar penawaran umum terbatas (PUT) tahap I tahun 2013. Perinciannya, sebesar Rp 14 miliar untuk mendanai pembangunan Beach Club, dan Rp 1 miliar untuk mendukung bisnis sewa vila.

Alokasi belanja modal itu melorot 82,76% ketimbang tahun 2014 yang sebesar Rp 87 miliar. "Untuk rencana belanja lainnya masih dalam telaah akhir oleh direksi," terang Yusea.

Selain mengejar target pendapatan Rp 211 miliar tahun ini, Island Concepts juga ingin mengantongi laba bersih sekitar Rp 20 miliar.

Sebagai catatan, tahun lalu manajemen perusahaan itu mematok target pendapatan Rp 195 miliar dan target laba bersih Rp 14,9 miliar.


Reporter RR Putri Werdiningsih
Editor Hendra Gunawan

BISNIS KATERING

Feedback   ↑ x