kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.666
  • SUN103,52 -0,01%
  • EMAS597.932 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

India minati 11 investasi sektor energi

Jumat, 21 April 2017 / 09:28 WIB

India minati 11 investasi sektor energi
Berita Terkait

JAKARTA. Pemerintah menyatakan India berminat melaksanakan 11 investasi di bidang energi. Khususnya dalam pembangunan proyek listrik, minyak dan gas bumi (migas), energi baru terbarukan (EBT) serta pertambangan batubara.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  Sujatmiko menyatakan, Pemerintah India yang diwakili oleh Menteri Negara Energi, Batubara, dan Energi Baru dan Terbarukan, Piyush Goyal menginginkan adanya joint venture bidang energi. "Mereka ingin mengajak perusahaan Indonesia, misalnya PT PLN, PT Pertamina dan PT PGN," terang Sujatmiko di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (20/4).

Adapun 11 investasi yang diminati di antaranya, membangun power plant berbasis gas, liquefied natural gas (LNG), greenfield refinery, pengembangan upstream, membuat LED lampu initiative dan eksplorasi pertambangan bidang coaking coal. Tapi sayang, semua nilai investasi tersebut belum bisa dibeberkan.

Sujatmiko menyatakan, saat ini belum ada kerjasama yang diteken. Pemerintah India baru menunjukkan ketertarikan dan menanamkan area kerja sama yang dimungkinkan untuk dipertimbangkan.

"Pekan depan Pak Jonan (Menteri ESDM) akan mengirim tim ke India, ada dari PLN, Pertamina, oil and gas dan litbang," ungkapnya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menerangkan, pihaknya segera menyusun tim untuk mendorong terealisasinya minat India. Baik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pertamina maupun Perusahaan Gas Negara (PGN).

"Saya akan minta hadir dengan bicara dengan operator mereka (India) untuk kerja sama yang mudah-mudahan bisa saling menguntungkan. banyak ide bagus," urainya.

Jonan berharap, minat India menanamkan investasi di Indonesia bisa terealisasi dengan cepat. Lagi pula, setiap dua tahun sekali Pemerintah Indonesia dan India membentuk forum. "Tahun depan mudah-mudahan sudah ada yang maju. Skema awal G to G. Tapi yang bisa jalan langsung B to B," tandasnya.

Piyush Goyal mengatakan, banyak kesempatan di Indonesia untuk berinvestasi, yakni greenfield refinery. Menurutnya sudah berapa kali terjadi dialog antara Indonesia dan India. "Banyak tender yang sudah berjalan, seperti eksplorasi di blok migas baru dan India sangat senang bisa berpartisipasi," kata Piyush Goyal.


Reporter: Pratama Guitarra
Editor: Adi Wikanto
Berita terbaru Industri

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk
21 March 2018 - 22 March 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]