kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

Indonesia Akan Tetap Sebagai Negara Pengeskpor Gas Beberapa Tahun Mendatang


Minggu, 27 Agustus 2023 / 14:38 WIB
Indonesia Akan Tetap Sebagai Negara Pengeskpor Gas Beberapa Tahun Mendatang
ILUSTRASI. Kementerian ESDM memperkirakan Indonesia akan tetap menjadi net eksportir gas bumi


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan Indonesia akan tetap menjadi net eksportir gas bumi di masa mendatang. 

Namun, Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik dan menurunkan ekspor secara bertahap untuk menjaga ketahanan energi  dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi, Mustafid Gunawan menyatakan, Indonesia sebagai bagian dari ASEAN, memiliki komitmen untuk meningkatkan suplai gas demi memastikan pemenuhan kebutuhan gas nasional juga sebagai penyuplai kebutuhan gas di kawasan ASEAN.

Berdasarkan neraca gas Indonesia, bahwa permintaan gas domestik dapat terpenuhi dari suplai eksisting, suplai yang sedang berjalan, dan juga dari suplai potensial.

“Untuk memenuhi permintaan yang telah berkontrak, diproyeksikan akan dipenuhi dai pengembangan lapangan eksisting," ujar Mustafid, di Nusa Dua Bali, Jumat (25/8).

Sementara, imbuh Mustafid, untuk permintaan potensial maupun yang telah berkomitmen, akan didukung melalui proyek dan suplai potensial yang diperkirakan dapat on-stream sesuai jadwal.

Baca Juga: ASEAN Lirik Potensi Mineral Kritis Untuk Jaga Ketahanan Energi

Pada kesempatan itu, Mustafid menjelaskan bahwa pemanfaatan gas bumi pada 2022 didominasi oleh pemanfaatan domestik mencapai 67,2% dari total gas terdistribusi sebanyak 5.474,42 BBTUD.

Kemudian, untuk mengoptimalisasi suplai dan pemanfaatan gas selama masa transisi energi, Pemerintah Indonesia telah menyusun strategi untuk meningkatkan produksi dan cadangan gas bumi, meningkatkan ketersediaan dan memaksimalkan pemanfaatan untuk mendukung suplai gas domestik, serta menetapkan harga gas bumi yang terjangkau dan kompetitif.

"Satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah perbaikan pada proses perizinan, terutama pada level Pemerintah Daerah. Kami juga menetapkan beberapa program untuk meningkatkan proyek gas bumi, seperti gasifikasi pada pembangkit listrik, mendukung zona industri, transmisi dan jaringan gas, serta hilirisasi gas pada industri," ujar Mustafid.

Selanjutnya Mustafid mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen terhadap pengembangan gas bumi untuk transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).

"Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mendukung pengembangan gas bumi sebagai salah satu komoditas utama yang dianggap paling sesuai dalam transisi energi menuju NZE, sambil terus mendukung industri dan pertumbuhan ekonomi," pungkas Mustafid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×