| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kemperin genjot IKM ke sektor kendaraan pedesaan

Rabu, 06 Desember 2017 / 18:05 WIB

Kemperin genjot IKM ke sektor kendaraan pedesaan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemperin) mengoptimalkan IKM otomotif pada kendaraan pedesaan. Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya mengarahkan industri ini ke industri otomotif dari pada industri mesin. Ini untuk menunjukkan ke dunia luar bahwa Indonesia bisa membuat mobil. 

Implementasinya Kemenperin akan menyiapkan para pelaku IKM Otomotif untuk memproduksi komponen. Sedangkan untuk proses perakitan, saat ini pemerintah tengah membentuk konsorsiumnya.

Namun memang masih banyak para pelaku IKM otomotif yang belum ramah teknologi layaknya industri besar. Oleh sebab itu, Gati berencana akan melakukan program link and match antara IKM dengan industri besar.

Gati akan melihat bagaimana industri besar akan membina IKM pada program link and match. Gati bilang, Kemperin akan memberikan pelatihan yang belum diberikan oleh industri besar ini.

"Secara umum program 2018 IKM bakal banyak link and match. Kalau IKM belum terlalu siap, sedangkan yang menengah oke. Tapi120 IKM yang tergabung dengan kelompok PIKKO (Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif) sudah oke," tutur Gati.

Gati juga memaparkan bahwa harga dari kendaraan pedesaan harus bisa diterima oleh pasar. Gati memperkirakan harga mobil pedesaan Rp 70 juta - Rp 80 juta per unit.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dalam keterangan tertulis, akan menggandeng industri kecil dan menengah (IKM) sektor komponen otomotif guna memacu tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Airlangga berharap dengan melibatkan IKM lokal, para pengguna akan lebih mudah mendapatkan spare part di pasaran dan pemilihan teknologinya sesuai kondisi alam dan demografi di Indonesia.

Dalam implementasinya, IKM komponen otomotif binaan Kemenperin yang tersebar di sentra-sentra di Tegal (50 IKM), Klaten (10 IKM), Purbalingga (138 IKM), Sidoarjo (134 IKM), Juwana (30 IKM), Pasuruan (49 IKM), Sukabumi (20 IKM) dan Bandung (15 KM) diharapkan dapat turut serta sebagai bagian dari rantai pasok kendaraan pedesaan.


Reporter: Maizal Walfajri
Editor: Rizki Caturini

OTOMOTIF

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0431 || diagnostic_web = 0.2219

×