: WIB    —   
indikator  I  

Keppel Land dan Metland garap proyek hunian

Keppel Land dan Metland garap proyek hunian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia untuk mengembangkan proyek perumahan dengan menggandeng PT Metropolitan Land Tbk (Metland). Nilai proyek yang bertajuk The Riviera at Puri tersebut mencapai Rp 1 triliun.

Presiden Keppel Land Indonesia, Goh York Lin mengatakan, pihaknya masuk ke Indonesia lantaran Indonesia memiliki pasar potensial, seperti populasi orang muda yang cukup besar dan teredukasi, serta banyaknya keluarga di kota besar yang membutuhkan hunian. "Jika bisnis ingin bertumbuh, kita harus terus memperluas pasar," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/10).

Metland telah meneken perjanjian kerja sama atau join operation (JO) dengan Keppel Land sejak Desember tahun lalu. Melalui proyek ini, porsi kepemilikan masing-masing pihak sebesar 50%.

Direktur Metland, Olivia Soerojo mengatakan, The Riviera at Puri dibangun di atas tanah seluas 12 hektare (ha) dan berseberangan dengan Metland Cyber City yang berlokasi di Tangerang. "Lokasinya berada di seberang Metland Cyber City yang merupakan kawasan mixed used yang banyak komersial," kata Olivia di Jakarta, Kamis (12/10).

The Riviera at Puri akan dibangun dengan konsep hunian eksklusif yang memiliki aliran sungai di depan gerbang utama dan sistem keamanan 24 jam. Selain itu, hunian tersebut juga mengadopsi resort. Olivia menyebut, Keppel Land dan Metland mengalokasikan area seluas 5.000 meter persegi dari total lahan untuk pengembangan clubhouse, seperti kolam renang dan lapangan tenis.

Proyek ini bakal dibangun dalam 3 tahap yang penjualannya bisa ditargetkan akan selesai dalam waktu tiga sampai empat tahun. Adapun, kedua perusahaan ini berencana membangun 500 unit, yakni sekitar 130 unit akan mulai dipasarkan perdana pada Desember 2017.

Melalui proyek ini, mereka membidik pasar dengan segmen menengah ke atas. Kendati begitu, Olivia enggan menyebut secara jelas berapa target penjualan yang dibidik. "Harusnya di atas Rp 1,5 triliun, tetapi persisnya berapa, kami belum bisa bilang karena proyek ini tiga tahap dan ini baru tahap pertama," imbuhnya. 


Reporter Klaudia Molasiarani
Editor Rizki Caturini

INDUSTRI PROPERTI

Feedback   ↑ x
Close [X]