| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.502
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Menteri Jonan dorong batubara punya nilai tambah lewat likuifikasi

Kamis, 12 April 2018 / 19:02 WIB

Menteri Jonan dorong batubara punya nilai tambah lewat likuifikasi
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong peningkatan nilai tambah dari hasil tambang batubara. Pasalnya selama ini komoditas yang disebut emas hitam itu hanya dijual begitu saja tanpa proses nilai tambah.

Menteri Jonan mengatakan peningkatan nilai tambah merupakan amanat Undang-Undang No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). "Sekarang batubara mau dibuat apa? masa hanya digali, dinaikkan alat angkut lalu dijual. ini kan terlalu simple," katanya Kamis (12/4).

Jonan menuturkan peningkatan nilai tambah dengan mengolah batubara menjadi coal bed methane (CBM). Selain itu pengolahan lainnya melalui proses likuifikasi sehingga batubara bisa menggantikan gas alam cair (LPG).

Jonan juga mendorong PT Pertamina (persero) dan perusahaan tambang batubara melakukan kerjasama dalam peningkatan nilai tambah tersebut. "Dengan begitu nilai tambahnya lebih besar," ujarnya.

Saat ini pemerintah sudah menyiapkan instrumen regulasi dalam peningkatan nilai tambah batubara itu. Hanya saja dia menyayangkan belum ada pelaku usaha yang mencoba meningkatkan nilai tambah batubara. 

Dia menyangkal bila proyek peningkatan nilai tambah tersebut tidak ekonomis. "Saya kira enggak sih ya. nanti kalau saya pensiun tak kerjain itu deh," tutur Jonan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan peningkatan nilai tambah itu saat ini belum ekonomis dan teknologi yang digunakan masih mahal.

Oleh sebab itu dia berharap pemerintah memberikan lagi insentif bagi industri tersebut. Dia mengapresiasi pemerintah dalam memberi tax holiday bagi industri pioner lantaran peningkatan nilai tambah batubara termasuk industri pioner.

"Tentu perlu dikaji lebih lanjut bentuk dukungan regulasi untuk mendorong investasi nilai tambah batubara. Banyak aspek termasuk kepastian izin jangka panjang juga," tandas Hendra kepada Kontan.co.id, Kamis (12/4).


Reporter: Pratama Guitarra
Editor: Herlina Kartika

BATUBARA

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0462 || diagnostic_web = 0.2233

Close [X]
×