kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pengamat: Saat ini mendorong produk lokal lebih kompetitif


Jumat, 06 Juli 2018 / 20:53 WIB
Pengamat: Saat ini mendorong produk lokal lebih kompetitif
ILUSTRASI. Bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Patricius Dewo | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan-kebijakan strategis yang dilakukan pemerintah dirasa masih kurang mujarab mengatasi pelemahan rupiah dan sentimen perang dagang global. Mulai dari online single submission (OSS), tax holiday, tax allowance, dan percepatan restitusi pajak.

"Menurut saya belum cukup, namun setidaknya bisa membantu dalam jangka pendek," kata Peneliti Institute for Development of Economics & Finance (Indef) Rulli Nasrullah, Jumat (6/7).

Rulli berpendapat pemerintah harus mulai mendorong produk-produk Indonesia lebih kompetitif. Tujuannya untuk memaksimalkan kinerja ekspor.

“Dengan cara meminimalkan biaya logistik, menekan cost produksi produk Indonesia dengan cara mewujudkan kebijakan permodalan yang lebih murah, kebijakan buruh yang kompetitif, dan menghilangkan hambatan ekspor baik yang hard infrastruktur maupuan soft infrastructure," ujarnya.

Hari ini, Amerika Serikat resmi menabuh perang dagang dengan China. Pemerintah negeri Paman Sam mengenakan tarif impor senilai US$ 34 miliar terhadap produk asal China. AS juga berniat menerapkan kebijakan serupa terhadap sejumlah negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×