: WIB    --   
indikator  I  

Priceza resmi meluncur di pasar online Indonesia

Priceza resmi meluncur di pasar online Indonesia

JAKARTA. Perusahaan digital agregator e-commerce asal Thailand, Priceza resmi meluncur di pasar online Indonesia pada Selasa (16/5).

Priceza memberikan layanan membandingkan harga, produk dan spesifikasi produk di antara satu e-commerce dengan e-commerce lainnya. Saat ini, sudah ada 200 merchant yang bekerja sama dengan Priceza. Mulai dari perusahaan e-commerce besar yang disokong pemodal kakap, sampai usaha rintisan milik individu.

Model bisnisnya, Priceza mengutip komisi dari mercant yang bekerja sama. Selain itu, Priceza juga menyediakan layanan bagi merchant yang ingin tampil di halaman pertama pencarian.

"Kami membantu konsumer untuk memilih produk yang mereka butuhkan di harga yang terbaik," kata Thanawat Malabuppha, CEO dan Co-Founder Priceza saat peluncuran Priceza di Jakarta, Selasa (16/5).

Priceza enggan terang-terangan mengungkap besaran biaya yang harus dikutip para mitra merchant yang menggunakan jasanya. "Karena sifatnya sangat custom jadi agak sulit untuk sebut walau dalam bentuk range, karena beda harga antara motor, handphone dan kamera berbeda," ujar Reni Minarti, Deputy Country Manager Priceza Indonesia.

Sejatinya, Priceza mulai membidik pasar Indonesia pada 2013 dengan menjajaki kerja sama dengan sejumlah e-commerce di tanah air. Indonesia dibidik karena punya potensi besar. Nah, tahun ini, setelah memiliki jaringan cukup kuat, Priceza meluncur dan memperkenalkan produknya secara masif kepada konsumen di pasar online dalam negeri.

Prize memulai bisnisnya sejak 2010. Kebiasaan orang yang berselancar lebih lama tiga kali lipat saat ingin membeli produk secara online jadi celah bisnis tersendiri. Data dari Global Online Consumer Report, KPMG International 2017 menyebut 57% konsumen memilih produk berdasarkan harga terendah. Mereka menghabiskan waktu lebih lama untuk membandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya.

Saat ini, Priceza sudah sudah ada di enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina dan Indonesia. Dari 110 juta produk yang tersedia di enam negara tersebut Indonesia memiliki 36% porsi atau setara dengan 40 juta produk.


Reporter Dian Sari Pertiwi
Editor Dupla Kartini

E-COMMERCE

Feedback   ↑ x