kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Produsen pakan nilai harga jagung terlalu tinggi


Selasa, 17 Juni 2014 / 22:43 WIB
Produsen pakan nilai harga jagung terlalu tinggi
ILUSTRASI. Studi terapi warna menentukan ada tiga warna yang baik untuk kesehatan mental Anda


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Harga jagung saat ini dinilai sudah terlalu tinggi. Jagung lokal di harga Rp 3.600 per kilogram (kg), sementara dari impor sekitar Rp 3.500 per kg. Padahal idealnya harga jagung bagi kalangan industri sebesar Rp 3.000 per kg.

Sudirman Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) mengatakan, biaya pokok produksi jagung bagi petani sendiri diperkirakan sekitar RP 1.200 per kg. "Kalau harga jagung Rp 3.000 per kg, petani untung kita (produsen pakan ternak) juga tidak terlalu tinggi," ujar Sudirman, Selasa (17/6).

Untuk mengembangkan jagung lokal, GPMT juga telah menetapkan harga referensi pembelian di enam wilayah sentra produksi seperti Medan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Harga referensi yang ditetapkan tersebut bervariasi minimal Rp 2.400-Rp 2.800 tergantung wilayahnya.

Harga pakan ternak saat ini juga dinilai sudah terlalu tinggi dan berpotensi untuk melambung lagi. Untuk pakan ternak ayam broiler dihargai Rp 7.000 per kg, sementara itu untuk ayam layer atau petelur berada dikisaran Rp 6.000 per kg. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×