: WIB    --   
indikator  I  

Setelah China, Indonesia menjadi tumpuan industri otomotif dunia

Setelah China, Indonesia menjadi tumpuan industri otomotif dunia

JAKARTA. Indonesia menjadi harapan pertumbuhan industri otomotif dunia yang sedang sendu. Setelah China, industri otomotif dunia melirik pasar mobil yang menggiurkan di Nusantara, apalagi Indonesia memiliki populasi penduduk terbanyak di Asia Tenggara.

Analis dari IHS Otomotif dan JPMorgan Chase & Co menyebutkan, industri otomotif saat ini saja sudah menikmati kenaikan pendapatan warga Indonesia. "Pasar mobil Indonesia berada di ambang booming," kata Jessada Thongpak, analis senior di IHS Otomotif.

Jessada menuturkan, Indonesia menjadi incaran produk otomotif karena mencatat pertumbuhan ekonomi dengan kondisi inflasi rendah dan suku bunga yang stabil. Ia berani memprediksikan, penjualan mobil di Indonesia akan melesat hingga 50% dalam lima tahun ke depan.

Agar kesempatan bisnis mobil di Indonesia tidak sia-sia, General Motor (GM), produsen mobil terbesar dunia berencana membangun pabrik minivan di Indonesia. Padahal, perusahaan asal Negeri Uwak Sam ini sudah hengkang dari Indonesia enam tahun lalu.

Begitu juga dengan Ford Motor Co, produsen mobil terbesar kedua di Amerika Serikat (AS) ini melihat kesempatan serupa. Kedua perusahaan asal AS itu sedang mempersiapkan diri untuk mematahkan dominasi pasar mobil Jepang di Nusantara.

Namun begitu, CLSA Asia-Pacific Markets memprediksi, pasar otomotif Indonesia memiliki banyak celah untuk berkembang. Hasil risetnya menyebutkan, Indonesia baru memiliki 32 mobil untuk setiap 1.000 orang. Bandingkan dengan Thailand yang memiliki 123 mobil untuk 1.000 orang, dan Malaysia 300 mobil untuk 1.000 orang.

IHS Otomotif juga memperkirakan, tahun 2016 mendatang, penjualan mobil di Indonesia bakal melompat hingga 1,2 juta unit. Pertumbuhan itu memungkinkan Indonesia meninggalkan Thailand yang terseok dengan penurunan penjualan mobil 11% akibat banjir terburuk yang melandanya.

Indonesia diprediksi memasuki era mobil, sebab pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita sudah melampaui US$ 3.000 tahun 2010. Aditya Srinath, analis JPMorgan di Jakarta menilai, Turki, Malaysia dan Korea Selatan merupakan bukti pasar mobil yang berkembang setelah mencatat kenaikan PDB.

Namun pertumbuhan pasar mobil di Indonesia saat ini memiliki tantangan, yaitu kenaikan bahan bakar minyak. Sebab, pemerintah Indonesia berencana mengurangi subsidi BBM mulai April mendatang. "Pelanggan akan bereaksi setelah pemerintah menerapkan rencana membatasi BBM," kata Teddy Irawan, wakil presiden Nissan Motor Indonesia.

Namun begitu, produsen mobil optimistis pasar mobil Indonesia tetap akan cemerlang. "Indonesia pasar menarik bagi industri otomotif karena ekonomi tumbuh secara signifikan," kata Jongkie Sugiarto, presiden direktur Hyundai Indonesia.


Reporter Asnil Bambani Amri
Editor Asnil Bambani Amri

INDUSTRI OTOMOTIF

Feedback   ↑ x
Close [X]