kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Stok batubara PLN sempat menipis akibat patokan harga

Kamis, 05 Juli 2018 / 20:28 WIB

Stok batubara PLN sempat menipis akibat patokan harga
ILUSTRASI. Kapal tongkang pengangkut batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Stok batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sempat menipis, yakni berada di bawah 15 hari. Kondisi ini akibat suplai dari perusahaan pertambangan batubara berkurang karena kewajiban dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) 25% dengan patokan harga US$ 70 per ton.

Direktur Pengadaan Strategis PLN, Supangkat Iwan Santoso mengatakan, kekurangan pasokan batubara untuk sektor kelisrikan bermula dari rencana penerapan harga batubara khusus untuk kelistrikan US$ 70 per ton, sehingga sejumlah produsen batubara sempat menurunkan pasokan.


"Di awal-awal memang terpengaruh, ada isu harga DMO batubara yang waktu itu belum diputuskan itu mungkin mereka takut, ngerem, sehingga stok kita rendah," kata Supangkat, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (5/7).

Menurut Iwan, dampak pengurangan pasokan batubara untuk sektor kelistrikan masih dirasakan, sehingga kondisi stok batubara untuk sebagian PLTU masih di bawah stok normal yakni 15 hari. Dia menduga produsen batubara lebih memilih mengekspor batubara karena harganya jauh lebih tinggi. "Di luar tinggi mungkin disedot keluar juga," ungkapnya.

Menurut Supangkat, kondisi tersebut tidak membuat PLTU berhenti, namun sebagian PLTU mengalami gangguan karena terpaksa menggunakan stok batubara yang kondisinya kurang bagus. Untuk menghindari kekurangan pasokan listrik, PLN mengoptimalkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)

"Karena kalau stoknya tipis itu kan batubara yang di bawah-bawah yang dipakai. Misalnya yang sudah kena air. Tapi sekarang sudah normal bulan April-Mei itu berdampak itu kemarin," terangnya.

Asal tahu saja, kebutuhan batubara untuk PLN pada tahun 2018 ini mencapai 92 juta ton. Sampai pada akhir Juli lalu, Kementerian ESDM penggunaan batubara DMO mencapai 53,45 juta ton. "Sudah sekitar 48%," kata Supangkat.


Reporter: Pratama Guitarra
Editor: Yoyok

PLN

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0754 || diagnostic_web = 0.2875

×