| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tandatangani empat blok migas, ini keuntungan bagi pemerintah

Rabu, 11 Juli 2018 / 13:40 WIB

Tandatangani empat blok migas, ini keuntungan bagi pemerintah
ILUSTRASI. HARGA MINYAK DUNIA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menandatangani kontrak wilayah kerja migas alias blok migas yang akan habis pada 2019 dan 2020. Totalnya ada empat blok migas yang ditandatangani pada Rabu (11/7).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto mengatakan penandatanganan keempat blok migas tersebut terdiri dari Blok Bula dan Malacca Strait yang merupakan kontrak perpanjangan dan Blok Salawati dan Kepala Burung yang merupakan kontrak baru. Jangka waktu kontrak selama 20 tahun sejak kontrak eksisting berakhir.

Dengan penandatanganan keempat kontrak blok migas tersebut, maka pemerintah mendapatkan bonus tanda tangan dengan total US$ 5,5 juta atau setara Rp 73,7 miliar. Pemerintah juga mendapatkan tambahan nilai investasi selama lima tahun pertama sejak kontrak berjalan sebesar US$ 148,4 juta atau Rp 1,9 triliun. "Ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja produksi wilayah kerja migas," kata Djoko pada Rabu (7/11).

Secara detail, komitmen pasti Blok Malacca Strait sebesar US$ 45,75 juta dan bonus tanda tangan US$ 2,5 juta. Komitmen pasti Blok Kepala burung US$ 61,22 juta dan bonus tanda tangan US$ 1 juta. Komitmen pasti Blok Salawati sebesar US$ 36,25 juta dan bonus tanda tangan US$ 1 juta. Komitmen pasti Blok Bula dengan komitmen pasti US$ 5,25 juta dan bonus tanda tangan US$ 1 juta.

Selain kewajiban membayar bonus tanda tangan dan melakukan komitmen pasti, Djoko menyebut kontraktor keempat blok migas tersebut juga wajib memberikan participating interest (PI) sebesar 10% kepada BUMD. "Besaran participating interest ini termasuk partisipasi interest 10% yang ditawarkan ke BUMD,"pungkas Djoko.

Asal tahu saja, kontrak Blok Salawati ditandatangani oleh kontraktor Petrogas (Island) Ltd. yang sekaligus sebagai operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati. Kontrak Blok Salawati saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 22 April 2020.

Bagi hasil Blok Salawati terdiri dari base split minyak sebesar 43% dan tambahan split variable sebesar 5%. Untuk Blok Bula mendapatkan bagi hasil 33,5%.

Kontrak Blok Kepala Burung di Papua Barat ditandatangani oleh kontraktor Petrogas (Basin) Ltd. sekaligus sebagai operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati Basin. Kontrak bagi hasil wilayah kerja Kepala Burung saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 14 Oktober 2020.

Bagi hasil blok Kepala Burung terdiri dari base split minyak sebesar 43% dan tambahan split variable sebesar 5,5% dan base split gas sebesar 48% dan tambahan split variable gas sebesar 5,5%.

Kontrak Blok Malaka Strait ditandatangani oleh Kontraktor EMP Malacca Strait S.A sekaligus sebagai Operator dan PT Imbang Tata Alam. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Malacca Strait saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 4 Agustus 2020.

Bagi hasil bagian kontraktor untuk Blok Malacca Strait mendapatkan base split untuk produksi minyak sebesar 43% ditambah split variable sebesar 16% dan base split produksi gas sebesar 48% dan tambahan split variable sebesar 16%.

Kontrak Blok Bula yang ditandatangani oleh kontraktor Kalrez Petroleum (Seram) Ltd. yang sekaligus juga sebagai operator. Kontrak Blok Bula saat ini (existing) akan berakhir pada tanggal 31 Oktober 2019. Bagi hasil Blok Bula sebesar 33,5%.


Reporter: Febrina Ratna Iskana
Editor: Wahyu Rahmawati

MIGAS

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0709 || diagnostic_api_kanan = 0.0468 || diagnostic_web = 1.5027

×