kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.303
  • LQ451.124,28   -7,91   -0.70%
  • SUN105,38 -0,17%
  • EMAS590.870 0,52%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Tanpa pajak ekspor, CPO Malaysia lebih kompetitif

Selasa, 09 Januari 2018 / 14:16 WIB

Tanpa pajak ekspor, CPO Malaysia lebih kompetitif

Sejumlah pekerja berada di samping tumpukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di salah satu tempat pengumpulan di Desa Matang Supeng, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, Aceh, Kamis (12/1). Sejak sebulan terakhir harga tandan buah segar kelapa sawit tingkat pedagang pengumpul mulai naik dari Rp 1.050 per kilogram menjadi Rp 1.475 per kilogram. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/ama/17.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Langkah Malaysia menangguhkan pajak ekspor minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) akan membuat produk CPO Malaysia lebih kompetitif.

Kebijakan penangguhan pajak ekspor CPO diterapkan Malaysia mulai 8 Januari 2018 hingga tiga bulan ke depan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi stok berlebih di Malaysia.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono menilai, langkah Malaysia itu dapat meningkatkan daya saing produknya. Berkurangnya beban ekspor akan membuat harga CPO lebih baik.

"CPO Malaysia akan lebih kompetitif di pasar," ujar Joko kepada KONTAN, Selasa (9/1).

Tidak hanya kompetitif, Joko menilai, Malaysia akan lebih berani melakukan perdagangan. Beban biaya yang semakin kecil membuat industri sawit di Malaysia akan berani memberikan potongan harga.

Harga tersebut akan membawa pengaruh besar bagi penjualan, sebab terdapat negara pembeli CPO yang sensitif terhadap harga seperti India, Pakistan, dan Timur Tengah.

Sementara, di Indonesia sebagai negara produsen CPO terbesar masih terdapat pungutan bagi ekspor CPO. Kata Joko, pungutan tersebut sebesar US$ 50 per metrik ton (MT).

Namun, produk CPO Indonesia selama bulan Januari tidak dikenai bea keluar (BK). Hal itu dikarenakan harga CPO Indonesia masih di bawah harga batas sebesar US$ 750 per MT.

Asal tahu saja, Kementerian Perdagangan (Kemdag) menetapkan harga referensi produk CPO untuk penetapan BK periode Januari 2018 sebesar US$ 697,34 per MT. Harga referensi tersebut lebih rendah US$ 45,6 atau 6,14% dari periode Desember 2017 yaitu sebesar US$ 742,94 per MT.


Reporter Abdul Basith
Editor : Dupla Kartini

CPO

Join the discussions
MARKET
IHSG
-19,84
6.615,49
-0.30%
 
US/IDR
13.321
0,02
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy