INDUSTRI
Berita
Tiga provinsi akan menjadi kluster industri kimia

INDUSTRI KIMIA

Tiga provinsi akan menjadi kluster industri kimia


Telah dibaca sebanyak 729 kali
Tiga provinsi akan menjadi kluster industri kimia

CILEGON. Kementerian Perindustrian berencana untuk mengembangkan tiga provinsi di Indonesia menjadi kluster industri kimia. Ketiga provinsi tersebut adalah, Banten, Kalimantan Timur serta Jawa Timur.

Untuk kawasan industri petrokimia di Banten akan fokus memproduksi produk kimia berbasis olefin. Untuk kluster Kalimantan Timur akan fokus memproduksi industri kimia berbasis gas bumi, sementara kawasan Jawa Timur akan fokus memproduksi kimia berbasis aromatik.

"Pembangunan industri petrokimia memiliki prospek yang baik sebagai industri unggulan di Indonesia," ungkap Hidayat, dalam peresmian PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, pada Rabu (18/1).

Hidayat menambahkan, kebijakan pembangunan kluster industri kimia nasional akan diarahkan pada penguatan industri dari hulu sampai ke hilir. Selain mendorong peningkatan kualitas, kluster diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas industri yang ramah lingkungan.

"Kami berharap ada dukungan dan industri petrokimia nasional, asosiasi industri plastik dan perguruan tinggi, untuk mengoptimalkan pemanfaatan pusat pengembangan yang ada," pungkas Hidayat.

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 729 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..