INDUSTRI
Berita
Toshiba perkenalkan produk mesin cuci baru

PRODUK

Toshiba perkenalkan produk mesin cuci baru


Telah dibaca sebanyak 4462 kali
Toshiba perkenalkan produk mesin cuci baru


JAKARTA. Toshiba memperkenalkan teknologi mesin cuci terbarunya ke konsumen Indonesia. Produsen asal Jepang tersebut memperkenalkan produk itu setelah meresmikan pabrik mesin cucinya di East Jakarta Industrial Park (EJIP) Cikarang Selatan, pada awal November lalu.

"Di Indonesia hanya 10% masyarakat Indonesia yang menggunakan mesin cuci. Kami ingin dengan adanya Laundrina ini dapat meningkatkan penetrasi mesin cuci," kata Jun Nishioka, Direktur Utama PT Toshiba Visual Media Network Indonesia dalam peluncuran mesin cuci Toshiba Laundrina di Jakarta, Kamis (29/11).

Produk ini menggunakan penyaring air (walter filter) yang mampu menghasilkan silver ion. Silver Ion ini memberikan perlindungan menyeluruh terhadap pakaian dari jamur dan bakteri yang menyebabkan bau tak sedap.

Teknologi ini berbeda dengan teknologi water purification yang ditawarkan mesin cuci produk lain yang hanya mencegah karat dan rentan terhadap endapan sendimen yang terkandung dalam air.

Laundrina ini juga dilengkapi dengan control panel berbahasa Indonesia. Laundrina tersedia dalam pilihan ukuran 7,5 kg, 8 kg, 9 kg, 10 kg, serta 11 kg. Mesin cuci Toshiba Laundrina ini dibanderol dengan harga Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 per unit dan akan tersedia di Desember mendatang.

Editor: Edy Can
Telah dibaca sebanyak 4462 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • Risiko berbeda, premi tiap daerah seharusnya berbeda juga

    +

    Dalam uji coba pertama, Jasindo mengkover 600 hektare (ha) lahan dengan biaya premi Rp 100 juta.

    Baca lebih detail..

  • Agar sukses, perlu insentif bagi penyuluh lapangan

    +

    Program asuransi pertanian menjadi salah satu upaya pemerintah untuk melindungi petani dari efek perubahan iklim. Hanya saja masih banyak kekurangan yang ditemui, seperti kurangnya sosialisasi dan tidak adanya insentif bagi penyuluh pertanian lapa

    Baca lebih detail..