kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

2015, Bandung punya lima apartemen baru


Rabu, 03 Desember 2014 / 15:15 WIB
ILUSTRASI. Suasana penjualan motor baru di salah satu diler Honda di Tangerang Selatan, Selasa (2/5/2023). Pendanaan Surat Utang Multifinance Capai Rp 13,51 Triliun Hingga Mei 2023.


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

BANDUNG. Sebanyak 15 apartemen rakyat kelas menengah ke bawah akan dibangun di Kota Bandung. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, untuk tahap awal, lima apartemen akan dibangun terlebih dulu pada tahun 2015.

"Lokasinya di Rancacili, Tamansari, Nyengseret, Kiara Condong. Satu lagi saya lupa," kata pria yang akrab disapa Emil ini di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Rabu (3/12).

Emil memastikan bahwa proyek tersebut murni untuk menyejahterakan masyarakat kelas bawah dan tidak ada unsur bisnis. 

"Proyek apartemen rakyat betul-betul tidak ada bisnis apa pun kecuali untuk kelompok menengah bawah karena untuk menengah atas sudah disuplai oleh hukum pasar. Kalau menengah ke bawah, negara harus menanggung," ungkapnya. 

Harga yang akan dilepas juga dapat dikatakan terjangkau untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Satu unit apartemen berkisar Rp 50 juta hingga Rp 260 juta. 

"Yang paling (kelas) bawah di angka Rp 50 juta dan (kelas) menengahnya Rp 260 juta," ungkapnya. 

Soal syarat dan prasyarat kepemilikan apartemen, Emil menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung. Nantinya, warga miskin yang membutuhkan apartemen tersebut diseleksi terlebih dahulu. 

"Distarcip akan segera menyusun tim seleksinya karena kalau tidak ada seleksi kriteria, khawatir dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang tidak bertanggung jawab. Mengaku miskin padahal mampu," ucapnya. 

"Yang penting masuk kriteria dulu. Setelah itu, ada undian karena suplai juga terbatas dengan pemohon yang jumlahnya pasti berlipat-lipat," tandasnya. (Putra Prima Perdana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×