kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

2016 akan banyak permintaan rumah kelas menengah


Senin, 07 Desember 2015 / 21:00 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Properti jenis perumahan masih akan bertahan di tengah perlambatan ekonomi. PT Cushman & Wakefield Indonesia memprediksi permintaan perumahan akan naik 0,3% dengan pertumbuhan 3,9% di tahun 2016 dibandingkan pertumbuhan 3,6% di tahun 2015.

Sedangkan, pasokan perumahan akan naik 0,2% dengan pertumbuhan 4,1% di tahun depan dibandingkan pertumbuhan 3,9% di tahun ini.

Arief Raharjo, Director Research & Advisory PT Cushman & Wakefield Indonesia mengatakan, permintaan perumahan akan berkonsentrasi pada rumah kelas menengah dengan harga Rp 600 juta-Rp 1,2 miliar per unit.

"Permintaan rumah kelas menengah telah terjadi peningkatan di akhir tahun 2015 yang akan diikuti di tahun mendatang," kata Arief, pada paparan Kajian Pasar Properti 2015 dan Proyeksi 2016, Senin (7/12).

Pengembang (developer) sendiri cenderung untuk meluncurkan unit rumah dengan harga yang lebih terjangkau dan mudah diserap oleh pasar. Pinggiran Jakarta seperti Bekasi dan Depok menjadi pilihan pengembang untuk mendirikan rumah kelas menengah.

Adapun, lebih dari setengah jumlah pasokan baru berada pada segmen bawah sampai menengah dengan persentase 75% dari total pasokan baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×