kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

2.200 warga masih tolak pembangunan PLTU Batang


Jumat, 28 Agustus 2015 / 16:35 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Sekitar 2.200 warga Desa Karanggeneng, Batang, Jawa Tengah masih menolak proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang berkapasitas 2 x 1.00) Megawatt (MW).

Padahal hari ini (28/8), Presiden RI Joko Widodo melakukan groundbreaking pembangunan PLTU Batang. Rohidi, salah satu warga Desa Karanggenan, Batang yang mewakili 2.200 warga lainnya mengatakan, hari ini tidak ada peletakan batu pertama.

"Tidak saya lihat peletakan batu pertama, cuma yang saya tahu Presiden menyuruh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera membebaskan lahan," ucapnya kepada KONTAN, Jumat (28/8).

Ia tetap menegaskan akan menolak pembebasan lahan tersebut. Saat ini, kata Rohidi, ada 12 hektare (ha) yang belum dibebaskan. Bahkan, ia sempat menggugat Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah terkait izin lokasi di daerah.

"Kami tidak pernah menyatakan kalau lahan sudah dibebaskan, dan saat itu kami lakukan somasi kepada Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo)," tegasnya.

Bahkan, rencananya hari ini warga akan menggelar aksi menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Namun rencana tersebut tidak diperbolehkan oleh pihak kepolisiam setempat. "Kami nelayan dan petani masih akan terus lakukan penolakan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×