kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

2.200 warga masih tolak pembangunan PLTU Batang


Jumat, 28 Agustus 2015 / 16:35 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Sekitar 2.200 warga Desa Karanggeneng, Batang, Jawa Tengah masih menolak proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang berkapasitas 2 x 1.00) Megawatt (MW).

Padahal hari ini (28/8), Presiden RI Joko Widodo melakukan groundbreaking pembangunan PLTU Batang. Rohidi, salah satu warga Desa Karanggenan, Batang yang mewakili 2.200 warga lainnya mengatakan, hari ini tidak ada peletakan batu pertama.

"Tidak saya lihat peletakan batu pertama, cuma yang saya tahu Presiden menyuruh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera membebaskan lahan," ucapnya kepada KONTAN, Jumat (28/8).

Ia tetap menegaskan akan menolak pembebasan lahan tersebut. Saat ini, kata Rohidi, ada 12 hektare (ha) yang belum dibebaskan. Bahkan, ia sempat menggugat Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah terkait izin lokasi di daerah.

"Kami tidak pernah menyatakan kalau lahan sudah dibebaskan, dan saat itu kami lakukan somasi kepada Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo)," tegasnya.

Bahkan, rencananya hari ini warga akan menggelar aksi menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Namun rencana tersebut tidak diperbolehkan oleh pihak kepolisiam setempat. "Kami nelayan dan petani masih akan terus lakukan penolakan," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×