kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.025   44,00   0,24%
  • IDX 5.880   3,77   0,06%
  • KOMPAS100 764   -1,30   -0,17%
  • LQ45 580   -1,54   -0,26%
  • ISSI 204   0,16   0,08%
  • IDX30 329   -0,54   -0,16%
  • IDXHIDIV20 405   -0,95   -0,23%
  • IDX80 87   -0,21   -0,24%
  • IDXV30 110   -0,52   -0,47%
  • IDXQ30 106   -0,35   -0,33%

303.744 Keluarga di Papua Belum Teraliri Listrik


Senin, 06 Juli 2026 / 13:17 WIB
303.744 Keluarga di Papua Belum Teraliri Listrik
ILUSTRASI. Pemerintah targetkan pemerataan energi di Papua, namun ratusan ribu keluarga masih gelap. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketimpangan pemenuhan kebutuhan energi primer masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah di kawasan timur Indonesia.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDT) mencatat ratusan ribu keluarga di daerah tertinggal Papua hingga kini belum mendapatkan akses pencahayaan yang layak.

Direktur Penyerasian Rencana dan Program Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendesa PDT, Adi Prasetiya, mengungkapkan bahwa target pemerataan energi nasional masih menghadapi tantangan besar.

"Dari 652.292 keluarga di 5.204 desa daerah tertinggal di Papua, terdapat 303.744 keluarga atau sekitar 46,6% yang belum menikmati listrik. Hal ini menimbulkan kesenjangan di balik angka rasio nasional yang menjadi perhatian kita bersama," ujarnya dalam webinar Stakeholder Consultation Penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) Regional Papua, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Masih Ada 10.068 Lokasi Belum Berlistrik, Ini Strategi Pemerintah Kejar Target 2029

Adi memaparkan bahwa akses infrastruktur kelistrikan di wilayah paling timur Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan dengan capaian nasional.

"Kita melihat potret nasional 99,83% (rasio elektrifikasi nasional), adapun potret daerah tertinggal di Papua sebesar 53,4% (kepala keluarga pengguna listrik di desa daerah tertinggal)," terangnya.

Selisih sekitar 46 poin persentase tersebut menegaskan bahwa pemerataan energi nasional belum tercapai selama kantong-kantong daerah tertinggal di Papua masih gelap.

Lebih lanjut, Adi menambahkan, sebaran wilayah yang belum teraliri listrik masih sangat terpusat di beberapa wilayah administrasi.

Berdasarkan basis data kementerian, kendala pemenuhan listrik ini mendominasi wilayah pegunungan dan pesisir selatan yang secara geografis memiliki medan cukup menantang.

"Kalau kita melihat di beberapa kabupaten, 50,3% dari seluruh keluarga yang belum berlistrik di Papua terkonsentrasi hanya di lima kabupaten teratas, yakni Yahukimo (67.767 keluarga), Nduga (22.780 keluarga), Asmat (21.913 keluarga), Intan Jaya (20.990 keluarga), dan Paniai (19.279 keluarga)," pungkasnya.

Baca Juga: Manufaktur Melambat, Himpunan Kawasan Industri Minta Perizinan KEK Dipercepat

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ahmad Amiruddin, menjelaskan pemerintah terus memperbarui data wilayah yang belum terjangkau energi listrik. Langkah pemetaan ini menjadi fondasi awal untuk menentukan arah kebijakan dan intervensi pendanaan pada tahun-tahun mendatang.

"Untuk gambaran sebaran lokasi belum berlistrik PLN tahun 2025, ini menggambarkan bahwa sebenarnya di wilayah Indonesia kita sudah memetakan sejak tahun 2025 desa-desa, lokasi-lokasi, atau titik-titik yang belum berlistrik," ujarnya pada acara yang sama.

Ahmad menyebutkan, dari hasil pemetaan tersebut, mayoritas wilayah yang belum teraliri listrik berada di kawasan Indonesia bagian timur. Namun, wilayah lain seperti Jawa, Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi juga masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan rasio elektrifikasi.

Rinciannya, di kawasan Indonesia bagian timur yang meliputi Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara terdapat 5.555 lokasi yang belum berlistrik, dengan jumlah terbanyak berada di Provinsi Papua Pegunungan sebanyak 2.122 lokasi. Sementara itu, di Pulau Jawa terdapat 1.630 lokasi, Kalimantan 1.099 lokasi, Sumatera 985 lokasi, dan Sulawesi 799 lokasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×