kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

40% alokasi CPO Fund untuk subsidi biodiesel


Rabu, 06 Mei 2015 / 15:15 WIB
40% alokasi CPO Fund untuk subsidi biodiesel
ILUSTRASI. Co-Founder PinterPoin Edwin Santoso (kiri) bersama Digital Banking Partnership Head Bank BTPN Febri Rusli usai pemaparan Yay Points Real Time dari Aplikasi, di Jakarta (23/11/2023) (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Mona Tobing | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pemerintah telah mengalokasikan penggunaan dana pungutan pengelolaan dana pungutan atas ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO Fund). Dana tersebut akan dialokasikan pada dua bagian yakni: subsidi untuk hilirisasi atau biodiesel. Kedua untuk pemberdayaan perkebunan kelapa sawit.

Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Perekonomian menjelaskan, CPO Fund yang dikelola Badan Layanan Umum atau BLU sebesar US$ 500 juta sampai US$ 800 juta atau senilai Rp 9 triliun akan dialokasikan seluruhnya dari hulu sampai hilir. Nah, pembagiannya dari CPO Fund yang dialokasikan 40% untuk subsidi biodiesel.

"Agar ada selisih harga diesel dan biodiesel. Selama ini kan harga biodiesel lebih mahal. Maka kami subsidi kepada public service obligation atau PSO yang berada di pompa bensin Pertamina. Hitungan kami sebesar 40% dari CPO Fund," tandas Sofyan pada Rabu (6/6).

Sedangkan sebanyak 60% akan diberikan untuk perbaikan kebun rakyat untuk peningkatan produktivitas. Termasuk diantaranya dana untuk replanting. Lalu, pendidikan petani menanam dan mengelola kelapa sawit. Hingga beasiswa pendidikan kepada anak petani. Tidak ketinggalan, biaya untuk riset benih kelapa sawit.

Sebagai informasi, pemerintah akan mengenakan pungutan CPO Supporting Fund atas setiap penjualan CPO sebesar US$ 50 per ton dan US$ 30 per ton dari penjualan Olein. Pengenaan CPO Fund terkait dengan program pencampuran 15% bahan bakar nabati (BBN) ke produk bahan bakar minyak (BBM) yang dimulai 1 April 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×