Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kendaraan bekas berbahan bakar minyak (BBM) masih mendominasi pasar lelang otomotif nasional pada awal 2026. PT JBA Indonesia mencatat sekitar 80% unit yang dilelang pada kuartal I-2026 masih berasal dari kendaraan konvensional.
Sepanjang periode tersebut, JBA melelang lebih dari 40.000 unit mobil bekas dan 30.000 unit sepeda motor bekas. Permintaan didorong oleh kebutuhan efisiensi biaya operasional di tengah dinamika sektor energi.
jelas Johan Wijaya, Marketing & Sales Division Head JBA Indonesia menjelaskan bahwa kendaraan kategori LCGC dan MPV seperti Toyota Avanza, Calya, dan Agya masih cukup diminati karena efisien dalam konsumsi BBM serta mudah dalam perawatan.
Baca Juga: Perkuat Daya Saing Ekspor, BPDP dan GPPI Percepat Sertifikasi ISPO Petani Sawit
"Sementara untuk kebutuhan usaha, kendaraan niaga seperti Daihatsu Gran Max, Mitsubishi Triton, hingga truk juga banyak dicari. Pada roda dua, motor matic seperti Honda Beat, Scoopy, dan Vario tetap menjadi pilihan utama karena praktis digunakan sehari-hari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Secara regional, preferensi kendaraan menunjukkan perbedaan yang dipengaruhi aktivitas ekonomi di masing-masing wilayah. Di Jawa, kendaraan penumpang seperti MPV masih mendominasi seiring tingginya mobilitas harian.
Sementara di Sumatra dan Sulawesi, permintaan cenderung seimbang antara kendaraan penumpang dan niaga, mencerminkan kebutuhan transportasi sekaligus aktivitas distribusi dan usaha.
Adapun di Kalimantan, kendaraan niaga seperti pick up dan truk menjadi pilihan utama untuk mendukung sektor industri dan logistik.
Baca Juga: Primaya Hospital Kelapa Gading Memperkuat Teknologi di Layanan Cancer Center
Di sisi lain, minat terhadap kendaraan listrik mulai muncul di pasar lelang, meskipun porsinya masih terbatas. Beberapa unit kendaraan listrik yang dilelang antara lain model dari Wuling Motors, Hyundai Motor Company, hingga BYD.
JBA menilai tren permintaan kendaraan bekas masih stabil, didorong kebutuhan mobilitas masyarakat dan aktivitas usaha yang tetap tinggi. Selain penjualan, perusahaan juga menyediakan layanan penitipan kendaraan untuk dilelang guna memperluas jangkauan pasar dan mengoptimalkan nilai aset.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













