kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Aceh Barat punya cadangan batubara 700 juta ton


Rabu, 12 Maret 2014 / 18:06 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana.


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Asnil Amri

MEULABOH. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam menyatakan memiliki cadangan batubara sebesar 700 juta ton. Umumnya, kualitas batubara yang ada berkalori rendah sekitar 3.000 kkal/kg hingga 5.000 kkal/kg.

"Dari jumlah itu, yang terbesar ada di areal tambang milik PT Mifa Bersaudara sebanyak 340 juta ton, dan PT Indonesia Pasifik Energi 190 juta ton," kata Syahrir, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Mineral Pemkab Aceh Barat usai menerima kunjungan wartawan di kantornya, Rabu (12/3).

Di Aceh Barat itu, ada 13 pemegang izin usaha pertambangan (IUP) komoditas batubara, 2 IUP mineral emas, dan satu perusahaan kontrak karya (KK). Dari 13 perusahaan, ada empat perusahaan masuk tahap produksi, yaitu PT Mifa Bersaudara, PT Indonesia Pasifik Energi, PT Agra Budi, dan PT Bara Adipritama.

Syahrir menambahkan, dari keempat perusahaan tambang batubara yang masuk tahapan produksi baru Mifa yang sudah memulai kegiatan operasional. "Kami harapkan Indonesia Pasifik Energi dan Agra Budi bisa beroperasi tahun depan," kata dia.

Produksi batubara dari Aceh Barat ditargetkan mencapai 3 juta ton hingga Desember mendatang. Untuk komoditas emas, saat ini Aceh Barat masih dalam tahapan eksplorasi, sehingga masih belum terinci jumlah kandungan mineral yang ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×