kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.935   24,00   0,13%
  • IDX 6.454   119,40   1,88%
  • KOMPAS100 850   14,26   1,71%
  • LQ45 640   7,66   1,21%
  • ISSI 223   5,34   2,45%
  • IDX30 360   3,47   0,97%
  • IDXHIDIV20 442   1,02   0,23%
  • IDX80 97   1,60   1,68%
  • IDXV30 120   1,17   0,98%
  • IDXQ30 115   0,49   0,43%

Acset Indonusa (ACST) bakal tambah pinjaman untuk biayai proyek konstruksi


Rabu, 11 September 2019 / 18:42 WIB
ILUSTRASI. ACSET Indonusa


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akan mengajukan tambahan pinjaman kepada perusahaan terafiliasi PT United Tractors Tbk (UNTR, anggota indeks Kompas100) sebesar Rp 2,4 triliun.

Sekretaris Acset Indonusa Maria Cesilia menyampaikan ACST membutuhkan tambahan modal kerja untuk pembiayaan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur.

"Kami tidak menargetkan berapa yang akan digunakan tahun ini dan tahun berikutnya. Termasuk rencana penggunaan spesifik untuk proyek yang mana," katanya, Rabu (11/9).

Baca Juga: Acset Indonusa (ACST) bidik sejumlah kontrak baru untuk kerek kinerja

Untuk pengajuan pinjaman itu. ACST perlu mengubah perjanjian pinjaman per 1 Maret 2018 dengan pinjaman sebesar Rp 1,6 triliun.

Jika melihat kinerja keuangan pada semester 1 2019, ACST menorehkan rugi Rp 404,57 miliar.

Sebelumnya, ACST menyebut, kerugian lantaran keterlambatan beberapa proyek contractor pre financing (CPD) dan struktur yang menyebabkan peningkatan pendanaan, biaya overhead dan tambahan biaya percepatan untuk penyelesaian proyek-proyek tersebut.

ACST lebih memilih mengubah fasilitas pinjaman dengan UNTR lantaran proses dan waktu negosiasi dinilai lebih cepat, mendapatkan suku bunga yang kompetitif, dan tidak perlu memberikan jaminan.

Baca Juga: Berencana tingkatkan jumlah pinjaman, Acset Indonusa (ACST) akan gelar RUPSLB

Mengenai hal ini, Sekretaris UNTR Sara K Loebis menjelaskan sumber pendanaan akan diperoleh dari kas internal. "Tidak mempengaruhi arus kas perusahaan karena posisi cash perusahaan mencukupi," ujarnya, Rabu (11/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×