kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.726   7,00   0,04%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Ada 20 investor lirik investasi di Aceh Barat


Rabu, 12 Maret 2014 / 19:01 WIB
ILUSTRASI. Dampak Ginjal Akut. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Asnil Amri

MEULABOH. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menyatakan, kondisi ekonomi di wilayahnya sudah kembali membaik setelah diterjang bencana tsunami tahun 2004 silam.

Salah satu indikator ekonomi itu terlihat dari banyaknya investor yang ingin menanamkan modalnya di bumi Serambi Mekah tersebut.

Bukhari, Sekretaris Daerah Aceh Barat mengatakan, saat ini ada sekitar 20 investor yang berkomitmen berinvestasi di kabupaten Aceh barat.

Menurutnya, ekonomi di Aceh Barat sudah kondusif untuk dimasuki perusahaan yang ingin berinvestasi. "Sejak 2004, banyak investor yang mau masuk. Sekarang ada 20 investor mulai dari pertambangan batubara, emas, perkebunan nilam, dan perkebunan kelapa sawit," kata dia ketika menerima kunjungan wartawan di kantornya, Rabu (12/3).

Bukhari menggambarkan, tahun lalu pendapatan asli daerah (PAD) Rp 46 miliar, dan pada tahun ini pihaknya optimistis akan tercapai sebesar Rp 63 miliar. Sayang, ia enggan merinci secara detail total rencana investasi dari sejumlah investor tersebut.

Yang jelas, salah satu perusahaan PT Media Djaya Bersama yang memiliki dua anak usaha pertambangan batubara yaitu PT Mifa Bersaudara di Aceh Barat dan PT Bara Energi Lestari di Kabupaten Nagan Raya akan menggelontorkan investasi sekitar US$ 150 juta untuk konstruksi kegiatan operasi produksi.

Perusahaan tersebut juga membangun dermaga batubara di Meulaboh, Aceh Barat dengan kapasitas 15 juta ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×