kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ada Dana Rp 40,6 Triliun dari APBN untuk Pembangunan IKN Tahun Depan


Rabu, 16 Agustus 2023 / 20:20 WIB
Ada Dana Rp 40,6 Triliun dari APBN untuk Pembangunan IKN Tahun Depan
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan kunjungan inspeksi kerja ke lokasi IKN baru di Penajam Paser, Kalimantan Timur.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyediakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 untuk pembangunan ibu kota negara (IKN) Nusantara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, dana yang disiapkan oleh pemerintah sebanyak Rp 40,6 triliun.

Bendahara negara bilang, anggaran tersebut digunakan untuk beberapa pembangunan prioritas.

Baca Juga: Pemerintah Anggarkan Rp 422,7 Triliun untuk Sektor Infrastruktur di RAPBN 2024

"Seperti kemajuan infrasturktur, kompleks pemerintahan, dan perumahan aparatur sipil negara (ASN)," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (16/8).

Dari anggaran tersebut, kementerian/lembaga (K/L) yang paling banyak mendapatkan dana adalah Kementerian PUPR.

"Termasuk di PUPR sendiri, untuk Pak Basuki Hadimuljono Rp 35 triliun. Termasuk untuk pemabngunan bandara VVIP yang kemarin sudah diputuskan oleh Presiden (Joko Widodo)," tambahnya.

Sri Mulyani memastikan, pembangunan IKN akan berkelanjutan, terlebih dalam peta jalan yang sudah dikembangkan oleh pemerintah, pembangunan dicanangkan akan sampai 2045.

Baca Juga: Jokowi Siapkan Belanja Negara Rp 3.304,1 Triliun dalam RAPBN 2024

Namun, dana tak hanya akan bersumber dari APBN saja, tetapi pemerintah akan terus mengembangkan peranan dana dari non APBN.

"Jadi dalam jangka panjang, partisipasi dan penggunaan APBN bisa lebih kecil," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×