kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45798,53   4,58   0.58%
  • EMAS949.000 0,74%
  • RD.SAHAM 0.00%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ada pandemi virus corona dan perang harga, ICP Maret anjlok jadi US$ 34,23 per barel


Kamis, 02 April 2020 / 14:45 WIB
Ada pandemi virus corona dan perang harga, ICP Maret anjlok jadi US$ 34,23 per barel
ILUSTRASI. Ilustrasi ICP Maret

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia selama bulan Maret 2020 berdasarkan perhitungan formula harga minyak mentah Indonesia alias Indonesia Crude Price (ICP) anjlok ke angka US$ 34,23 per barel.

ICP Maret turun sebesar US$ 22,38 per barel atau 39,53% dari ICP Februari 2020 yang berada di angka US$ 56,61 per barel. Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, penurunan besar-besaran juga dialami ICP SLC sebesar US$ 21,40 per barel dari US$ 57,18 per barel pada Februari 2020 menjadi US$ 35,78 per barel pada Maret 2020.

Tim Harga Minyak Indonesia mengungkapkan, penurunan harga rata-rata ICP bulan Maret 2020 ini sejalan dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu penetapan virus corona sebagai pandemi oleh WHO, serta penyebaran virus corona yang semakin meluas, yang mengakibatkan pemberlakuan lockdown di sebagian besar negara konsumen minyak mentah.

Baca Juga: Harga minyak melonjak 4,73% setelah Trump turun tangan

"Selain itu, travel restriction di mayoritas negara di dunia sehingga mengakibatkan penurunan drastis permintaan minyak mentah secara global," jelas Tim Harga Minyak Indonesia, sebagaimana yang tertulis dalam siaran resmi Direktorat Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM yang diterima Kontan.co.id, Kamis (2/4).

Selain itu, penurunan ICP ini juga disebabkan oleh keputusan Arab Saudi menurunkan harga jual minyak mentah untuk merebut pangsa pasar. Selain itu, Arab Saudi juga berencana untuk meningkatkan produksi setelah Rusia menolak bergabung dalam rencana tambahan pemotongan produksi OPEC+. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar atas kondisi yang telah over supply.

"Faktor lainnya, perang harga antara Arab Saudi dan Rusia sebagai produsen-produsen utama minyak mentah di dunia, yang menjadi salah satu faktor penyebab over supply minyak mentah secara global," lanjut Tim Harga Minyak.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×