kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.895   -97,00   -0,54%
  • IDX 6.030   20,10   0,33%
  • KOMPAS100 777   3,07   0,40%
  • LQ45 596   3,24   0,55%
  • ISSI 209   0,95   0,46%
  • IDX30 331   2,56   0,78%
  • IDXHIDIV20 423   4,14   0,99%
  • IDX80 89   0,39   0,44%
  • IDXV30 115   0,64   0,56%
  • IDXQ30 108   0,72   0,67%

Adanya Covid-19, Organda klaim omzet terjun hingga 100%


Senin, 06 April 2020 / 06:15 WIB


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

"Angkutan barang dan logistik, teman-teman di lapangan mengatakan 50 sampai 60%, dan barang-barang tertentu itu di lapangan faktanya sudah sulit didapatkan terutama obat-obatan," ungkapnya.

Ia menyebut pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang membantu para pengusaha industri transportasi dan pekerjanya ditengah pandemi yang gerogoti ekonomi saat ini.

Pekerja bagian operasional disebut Ateng paling merasakan dampak dari wabah saat ini.

Baca Juga: Bus AKAP dan AJAP dari Jabodetabek dilarang beroperasi mulai pukul 18.00 WIB hari ini

"Kami merasakan industri transportasi tanpa ditolong ini akan berat, recovery ini akan berat. Yang kami rasakan itu untuk seluruh awak kami yang berkaitan dengan operasional, jika tidak bekerja tidak digaji, mereka itu sungguh kasihan," tutur Ateng.

Ateng meyakini berbagai perusahaan dibidang transportasi tentu sudah melakukan back up, namun hal tersebut dirasa tidak akan berjalan panjang. Oleh karenanya kebijakan pemerintah membantu industri transportasi sangat ditunggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×