kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Adaro Tirta Mandiri dan ITB kembangkan smart water meter


Jumat, 30 Agustus 2019 / 14:03 WIB

Adaro Tirta Mandiri dan ITB kembangkan smart water meter
ILUSTRASI. PT Adaro Energy Tbk


KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Adaro Tirta Mandiri (ATM) bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB) mengembangkan Smart Water Meter atau alat pencatat air digital Smart Water Meter.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan Direktur Utama ATM Wito Krisnahadi, Direktur ATM Ahmad Rosyid, dan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi & Kemitraan ITB Prof. Bambang Riyanto Trilaksono, Jumat, 30/8/2019, di Ruang Rapim A, Rektorat ITB, Bandung. Direktur Utama PT Adaro Tirta Mandiri, Wito Krisnahadi menjelaskan kerjasama ini akan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap Pertama, yaitu penelitian dan pembuatan prototype yang dilakukan selama 3 bulan.

Baca Juga: Adaro Energy (ADRO) membuka peluang ekspansi pembangkit listrik ke luar negeri

Tahap Kedua, uji coba alat di lapangan, dan kemudian tahap ketiga, produksi Smart Water Meter dengan skala pabrik. “Smart Water Meter ini sangat diperlukan di dalam industri pengelolaan air karena akan mengurangi tingkat kebocoran dari distribusi air, mengurangi tingkat kesalahan dalam pencatatan meter air, dan meningkatkan akurasi meter air,” ujar Wito dalam siaran pers, Jumat (30/8).

Smart Water Technology juga diharapkan dapat mengidentifikasi dan mempelajari penggunaan waktu puncak (peak-hour) dan di luar waktu puncak (non peak-hour), verifikasi proses penghematan konsumsi air, serta memungkinkan PDAM untuk mendapatkan informasi yang diperlukan guna meningkatkan efisiensi operasional sistem distribusi, pemeliharaan, perencanaan investasi dan peningkatan layanan pelanggan.

“In line dengan bidang usaha Adaro Water, selain membangun infrastruktur air bersih, Adaro Water juga akan memproduksi alat-alat untuk meningkatkan efisiensi dalam water management. Jika uji coba alat ini berhasil, kami berencana membuat Smart Water Meter ini dengan skala pabrik,” ungkap Wito.

Wito mengatakan bahwa kemitraan dengan ITB dalam pengembangan Smart Water Meter, karena ITB telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan unit meter berbasis Internet of Things sejak 2010, bersama institusi dalam negeri maupun luar negeri, serta memiliki pengalaman dalam pembuatan “smart meter” listrik sebagai referensi untuk meter air.

Baca Juga: Getol diversifikasi, Adaro Energy (ADRO) targetkan 35% pendapatan non-batubara

Selain itu, ITB juga merupakan perguruan tinggi non-vokasi terbaik di Indonesia. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan ITB, Prof Dr. Ir. Bambang Riyanto Trilaksono dalam hal ini menyambut baik kerjasama dengan PT Adaro Tirta Mandiri.

Ia menjelaskan bahwa ITB saat ini memiliki 12 fakultas/sekolah yang terbagi ke dalam empat bidang klaster keilmuan, 2 yaitu teknik, sains dan teknologi, seni, dan manajemen. ITB juga mempunyai 110 Kelompok Keahlian, 22 Pusat, 7 Pusat Penelitian, dan 5 Pusat Unggulan Iptek. Sejalan dengan arah ITB menuju entrepreneurial university, ITB dikatakannya telah dan akan terus menjalin kerjasama dengan pemerintah dan juga kalangan industri dalam rangka mengaplikasikan hasil riset dari para peneliti di ITB.

“ITB baru saja, Rabu 28 Agustus, di peringatan Hakteknas 2019, meraih dua penghargaan bidang produk inovasi, yaitu Widyapadhi sub kategori produk inovasi, dan Widya Krida untuk ITB Innovation Park yang menonjol dalam menghasilkan produk inovasi/teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Bambang T. Riyanto.

PT Adaro Tirta Mandiri (ATM) atau Adaro Water merupakan salah satu pilar usaha dan anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk yang berdiri sejak tahun 2012 dan bergerak di bidang investasi, pengadaan dan distribusi air.

Baca Juga: Enam saham hijau, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (27 Agustus 2019)

ATM memiliki 6 anak perusahaan; PT Trimitra Tirta Sarana, PT Drupadi Tirta Gresik, PT Drupadi Tirta Intan, PT Adaro Tirta Mentaya, PT Dumai Tirta Persada, dan PT Adaro Wamco Prima.

Melalui bisnis air bersih, Adaro ingin turut berkontribusi pada pembangunan negeri dengan membangun sektor sistem penyediaan air minum di Indonesia. Pengalaman Adaro di bidang pertambangan dan energi selama 25 tahun merupakan landasan utama untuk sukses di bisnis ini.


Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan


Close [X]
×