kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Pemerintah Kejar Pemulihan PLTP Sarulla, Siapkan Investasi US$ 160 Juta


Sabtu, 01 Agustus 2026 / 09:06 WIB
Pemerintah Kejar Pemulihan PLTP Sarulla, Siapkan Investasi US$ 160 Juta
ILUSTRASI. PLTP Sarulla (Dok/Itochu.com). Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mempercepat pemulihan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Langkah ini ditempuh melalui percepatan penyelesaian administrasi dan penyuntikan investasi baru senilai sekitar US$ 160 juta untuk mengembalikan kapasitas pembangkit ke level optimal sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh proses administrasi terkait pengembangan PLTP Sarulla rampung paling lambat Oktober 2026.

Baca Juga: Platform Blockchain SHOW Token Berencana Investasi US$ 110 Juta Untuk Industri Film

Setelah itu, fokus akan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi secara bertahap sepanjang 2027 hingga 2028.

"Administrasi akan kami selesaikan hingga Oktober 2026, kemudian pada 2027-2028 kami percepat peningkatan kapasitas produksi," ujar Yuliot dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).

Percepatan pemulihan PLTP Sarulla dinilai penting mengingat pembangkit panas bumi tersebut merupakan salah satu aset strategis energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Kawasan panas bumi Sarulla sendiri memiliki potensi mencapai 1.100 megawatt (MW), namun kapasitas pembangkit yang saat ini dimanfaatkan masih jauh di bawah potensi tersebut. 

Yuliot menjelaskan, pemulihan pembangkit membutuhkan tambahan investasi sekitar US$ 160 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembalikan kapasitas produksi PLTP Sarulla menjadi 330 MW, sesuai kapasitas terpasang yang dimiliki saat ini.

Baca Juga: GM Bakal Tanam Investasi US$ 600 Juta di Korea Selatan

Menurutnya, investasi baru menjadi kebutuhan mendesak karena pembangkit yang dioperasikan oleh Sarulla Operations Ltd (SOL) mengalami penurunan produksi akibat tantangan teknis di lapangan panas bumi.

Saat ini, kapasitas produksi PLTP Sarulla turun menjadi sekitar 220 MW akibat berkurangnya tekanan uap pada lapangan panas bumi. Kondisi tersebut menyebabkan pembangkit belum mampu beroperasi secara optimal.

Melalui tambahan investasi tersebut, pemerintah menargetkan ketiga unit pembangkit PLTP Sarulla dapat kembali beroperasi penuh dengan kapasitas 330 MW pada periode 2027 hingga 2028.

Selain meningkatkan pasokan listrik berbasis energi bersih, pemulihan ini juga diharapkan memperkuat bauran energi nasional serta mendukung target transisi energi Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×