kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Adopsi Kecerdasan Buatan Jadi Tantangan Dalam Melindungi Data yang Sensitif


Kamis, 11 September 2025 / 18:15 WIB
Adopsi Kecerdasan Buatan Jadi Tantangan Dalam Melindungi Data yang Sensitif
ILUSTRASI. Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berkat populasi digital yang besar dan adopsi teknologi yang cepat, Indonesia berada di jalur untuk menjadi pusat teknologi masa depan.

Maka, Commvault, penyedia solusi ketahanan siber dan perlindungan data untuk lingkungan hybrid cloud, membuka kantor perwakilan baru untuk mendukung kerjasama dengan sektor publik.

Adanya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) dan pembentukan Otoritas Perlindungan Data Pribadi nasional telah mengantarkan Indonesia memasuki sebuah tingkatan baru tata kelola digital.

Baca Juga: Serangan Siber Global Sasar Server Microsoft SharePoint, 100 Organisasi Jadi Korban

Melalui kantor perwakilan, Commvault berupaya menghadirkan solusi sektor publik maupun swasta yang bisa membantu mereka patuh terhadap peraturan serta mempersiapkan mereka untuk secepat mungkin pulih dari gangguan dan serangan siber di era kecerdasan buatan (AI),.

“Ketika perusahaan semakin cepat mengadopsi AI dan memodernisasi platform data mereka, tantangan dalam melindungi data sensitif meningkat,” ujar Martin Creighan, Vice President Asia Pasifik Commvault, dalam rilis ke Kontan.co.id, Rabu (10/9). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×