Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) tidak akan mudah menyaingi jaringan waralaba jika tidak dibangun berdasarkan prinsip dasar koperasi dan memiliki model bisnis yang kuat.
Ketua Kehormatan AFI, Anang Sukandar mengatakan keberhasilan koperasi tidak cukup hanya mengandalkan dukungan program pemerintah tetapi harus lahir dari kebutuhan para anggotanya sendiri.
“Koperasi itu harusnya didirikan oleh para anggotanya sendiri, jangan orang lain apalagi konglomerat,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Bidik Kenaikan Produktivitas Beras, Syngenta Luncurkan Fungisida Baru untuk Padi
Anang menjelaskan koperasi pada dasarnya dibentuk oleh kelompok yang memiliki kepentingan ekonomi yang sama, seperti petani, nelayan, atau peternak. Dengan demikian, anggota koperasi sekaligus menjadi pemilik dan pengguna layanan koperasi tersebut.
Sebagai contoh, dia menyebut Cooperative Centrale Fresland (Susu Bendera) pada jaman dahulu yang kini menjadi perusahaan susu global berawal dari koperasi para peternak sapi perah di Belanda.
“Pemiliknya memang para peternak yang menjadi anggota koperasi. Itu contoh koperasi yang berkembang dengan benar,” katanya.
Menurut Anang, banyak koperasi gagal berkembang karena tidak memenuhi prinsip dasar tersebut. Akibatnya, koperasi sulit menciptakan efisiensi dan daya saing yang dibutuhkan untuk bersaing dengan pelaku usaha modern, termasuk jaringan waralaba.
Dia menilai waralaba memiliki keunggulan karena mengandalkan sistem bisnis yang sudah teruji, standar operasional yang seragam, merek yang kuat, serta konsep pemasaran yang jelas.
Sementara itu, koperasi yang dibentuk tanpa kesiapan model bisnis berisiko hanya menjadi wadah formal tanpa kemampuan berkembang secara berkelanjutan.
Menurut Anang, salah satu syarat koperasi dapat berkembang adalah memiliki skala ekonomi yang memadai. Ia mencontohkan satu fasilitas produksi sebaiknya dapat melayani beberapa unit usaha sekaligus agar operasional menjadi lebih ekonomis.
Selain skala ekonomi, Anang juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip Pareto dan pengelolaan usaha yang profesional. Menurutnya, banyak pihak yang mengabaikan faktor-faktor tersebut saat membangun koperasi.
Karena itu, dia menilai KDMP belum tentu dapat menjadi pesaing serius bagi waralaba apabila hanya mengandalkan pembentukan kelembagaan tanpa memperhatikan aspek bisnis.
Baca Juga: Peruri Luncurkan Ijazah Digital Nasional dan Cegah Pemalsuan Dokumen
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













