CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

TransNusa Genjot Ekspansi di Semester II, Tambah Empat Pesawat dan Rute Internasional


Selasa, 21 Juli 2026 / 13:46 WIB
TransNusa Genjot Ekspansi di Semester II, Tambah Empat Pesawat dan Rute Internasional
ILUSTRASI. Pesawat Trans Nusa (DOK/TransNusa)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Maskapai penerbangan TransNusa terus melanjutkan ekspansi armada di tahun 2026 untuk menopang pertumbuhan bisnis di tengah persaingan yang cukup ketat di industri ini. 

TransNusa Group CEO Dato' Bernard Francis mengatakan, TransNusa akan menambah empat pesawat lagi hingga akhir tahun ini. Penambahan armada tersebut akan menjadi salah satu penopang ekspansi jaringan penerbangan TransNusa pada paruh kedua tahun ini.

Saat ini TransNusa sendiri sudah mengoperasikan 19 pesawat yang terdiri dari 10 unit Airbus A320 dan A321 serta lima pesawat C909 buatan China. 

Baca Juga: Apindo: Motor Listrik Nasional Bisa Jadi Kunci Reindustrialisasi & Serap Tenaga Kerja

“Tahun ini kita akan menambah empat lagi pesawat sebelum akhir tahun,” ungkap Bernard, saat dijumpai media, Selasa (21/7/2026). 

Selain ekspansi armada, perusahaan juga terus melakukan penambahan frekuensi penerbangan dan pembukaan sejumlah rute internasional baru. 

Mulai 6 Agustus 2026, TransNusa akan membuka rute Jakarta–Bangkok dengan frekuensi dua kali sehari. Selanjutnya pada September, maskapai ini akan melayani penerbangan Denpasar–Phuket.

Perusahaan  juga tengah mengupayakan penambahan slot penerbangan di Bandara Changi, Singapura, sehingga frekuensi penerbangan dapat meningkat dari tiga menjadi lima kali.

“Kami harap-harap akan mendapat lebih approval slot di Changi Airport. Tiga mungkin menjadi lima. Itu rencana kami,” tambahnya. 

Selain itu, TransNusa menyatakan minat untuk mengoperasikan penerbangan internasional dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, apabila bandara tersebut kembali dibuka untuk penerbangan internasional.

Ia menyebut, pihaknya telah mengajukan rute menuju Malaysia dan Singapura dan kini masih menunggu keputusan dari pengelola bandara maupun regulator.

Baca Juga: Knight Frank: Rumah di Kawasan Penyangga Jakarta Masih Jadi Primadona pada 2026

Meski terus melakukan ekspansi, TransNusa menegaskan strategi utama pada semester II bukanlah memperbanyak rute baru, melainkan mengoptimalkan rute-rute yang sudah berjalan.

“Kami tidak mau membuka banyak rute-rute baru dalam keadaan ekonomi yang tidak balance. Kita fokusnya tempat kita yang sudah terbang, kita akan meningkatkan frekuensinya," ujar Bernard.

Strategi tersebut dipilih seiring kondisi industri penerbangan yang masih menghadapi tantangan, mulai dari persaingan tarif, volatilitas harga avtur hingga ketidakpastian ekonomi global.

Ia menyebut, harga avtur yang sempat melonjak pada semester pertama kini mulai turun sekitar 15%–20%. Kondisi tersebut memberi ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan harga tiket.

Seiring dengan harga avtur yang mulai menurun, TransNusa juga telah melakukan penyesuaian tarif penerbangan domestik sekitar 10%, sedangkan tarif internasional tetap dijaga agar kompetitif.

"Harganya sudah turun untuk sementara ini, untuk domestiknya kita sudah turunkan 10%. So, internasional kami harus jadi kompetitif berbanding dengan maskapai lain," ujarnya.

Di tengah pelemahan daya beli masyarakat, Bernard melihat permintaan terhadap penerbangan TransNusa justru masih bertumbuh. Menurutnya, sebagian masyarakat mengalihkan perjalanan dari destinasi jarak jauh ke kawasan Asia yang menjadi fokus jaringan TransNusa.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, tingkat keterisian penumpang (load factor) TransNusa masih terjaga di level sekitar 80%.

Baca Juga: Tren Penggunaan Tumbler Meningkat, Tyeso Perkuat Ekspansi Pasar di Indonesia

"Sebab kami tidak terlibat dalam masalah di Eropa dan di Middle East. Jadi untuk TransNusa bisnis kita masih aman dan meningkat. Sebab kita juga menambah penerbangan, bisnis kita menambah hampir 20%,” imbuh Bernard.

Saat ini TransNusa memiliki tiga hub operasional, yakni Jakarta, Bali, dan Manado. Dari Jakarta, maskapai melayani penerbangan ke Kuala Lumpur, Penang, Subang, Singapura, Guangzhou serta sejumlah kota domestik seperti Singkawang dan Yogyakarta. 

Dari Bali, TransNusa mengoperasikan penerbangan ke Perth, Singapura, Guangzhou, Manado hingga sejumlah destinasi domestik. Sementara dari Manado, maskapai melayani penerbangan ke Guangzhou, Sorong, Timika serta berbagai wilayah Indonesia timur menggunakan pesawat C909.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×