Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS) menyebut, penghentian sementara penggunaan susu kemasan UHT dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengganggu penyerapan susu segar dari peternak sapi perah rakyat.
Asal tahu saja, Badan Gizi Nasional (BGN) belum lama ini mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra untuk sementara tidak menyiapkan susu kemasan bermerek dalam program MBG.
Ketua AIPS Sonny Effendhi mengatakan larangan tersebut berpotensi mengganggu penyerapan susu peternak.
Sebab, sebagian besar produksi susu segar dalam negeri yang dihasilkan peternak rakyat selama ini diserap oleh industri pengolahan susu untuk diolah.
"Sebanyak 90% susu segar yang diproduksi peternak rakyat dikirim ke industri pengolahan susu untuk diproses menjadi susu UHT dan pasteurisasi," ujar Sonny kepada Kontan, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: GKSI Dorong Susu UHT Lokal Masuk Program MBG, Peternak Bisa Diuntungkan
Menurut dia, dalam kondisi normal, pasar susu reguler masih mampu menyerap pasokan susu segar dari peternak.
Kendati demikian, saat ini daya beli masyarakat yang melemah membuat pasar susu reguler menurun, sehingga industri mengandalkan penyerapan dari program MBG.
"Susu MBG membantu menyerap susu segar. Kalau susu MBG disetop, susu segar dari peternak mau dikemanakan?" curah Sonny.
Ia menambahkan, apabila terdapat industri yang melakukan kesalahan, pemerintah melalui BGN dapat memberikan sanksi kepada pihak tersebut.
"Namun, jangan melarang industri pengolahan susu dan koperasi yang sudah menjalankan produksi susu sekolah secara benar," tandasnya.
Sebelumnya, Sonny mengungkap, imbauan penyetopan susu kemasan bermerek di menu MBG disampaikan oleh Wakil Ketua BGN Trenggono kepada mitra dan SPPG sekitar pekan lalu.
Baca Juga: Asosiasi Susu Tolak Imbauan BGN Hentikan Penggunaan Susu Kemasan Bermerek di MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














