Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) mendorong penggunaan susu ultra high temperature (UHT) kemasan sebagai komponen susu yang disediakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum GKSI, Dedi Setiadi mengatakan, GKSI menilai kebijakan ini jika diterapkan akan berdampak positif terhadap penyerapan susu segar dalam negeri yang dihasilkan oleh peternak sapi perah rakyat.
Dedi mengungkapkan, sejak program MBG berjalan, peternak dan koperasi melakukan investasi penambahan populasi sapi perah, memperbaiki tata kelola peternakan, serta meningkatkan kualitas susu segar sesuai standar yang dipersyaratkan.
Baca Juga: ATSI Tunggu Aturan Teknis, Prediksi Akan Ada Dua Skema Paket Data Pasca Putusan MK
"Untuk itu, keberlangsungan pengadaan susu dalam MBG menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperhatikan, mengingat besarnya keterkaitan program ini dengan mata pencaharian peternak sapi perah rakyat," katanya kepada Kontan, Jumat (24/7/2026).
Dedi menjelaskan, sebagian besar susu segar dalam negeri yang diserap industri pengolahan susu berasal dari peternak sapi perah rakyat yang tersebar di berbagai sentra produksi susu di Pulau Jawa.
GKSI mencatat, saat ini populasi sapi perah yang berada di bawah naungan GKSI mencapai 220.861 ekor, dengan volume penyerapan susu segar sebanyak 1.416.270 kg per hari.
"Bagi 83.811 keluarga peternak, usaha persusuan merupakan mata pencaharian utama yang menopang kehidupan sehari-hari mereka," imbuhnya.
Untuk itu, GKSI memandang kebijakan yang mendukung penggunaan susu UHT berbahan baku susu segar dalam negeri akan menjaga keberlanjutan penyerapan pasokan dari peternak lokal.
Hal tersebut, lanjut Dedi, juga dinilai dapat mendorong penguatan sektor peternakan sapi perah nasional dan membuka lapangan kerja baru di sektor hulu peternakan.
GKSI berkomitmen untuk terus menjaga kualitas, keamanan, dan kontinuitas pasokan susu segar dalam negeri, serta mendukung pelaksanaan Petunjuk Teknis Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Telkomsel Sudah Punya Paket dengan Mekanisme Rollover Setelah Putusan MK
"Di mana, petunjuk teknis tersebut mengatur komposisi dan kandungan minimum susu segar dalam negeri pada Program MBG, guna mencapai tujuan peningkatan gizi anak didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui," imbuh Dedi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














